Krusial.com — Rencana PT Super Bank Indonesia (Superbank) untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) kembali menguat.

Corporate Communication Head PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), Beverly Gunawan, ketika dimintai konfirmasi menyampaikan bahwa EMTK menghargai perhatian publik terhadap rumor yang beredar mengenai Superbank. Kami tidak memberikan komentar atas rumor atau spekulasi pasar yang belum terverifikasi.

“Fokus kami adalah mendukung Superbank dalam menjaga kinerja kuat, mengembangkan solusi keuangan inovatif, dan memperluas basis nasabah untuk mendorong pertumbuhan inklusif di Indonesia,” katanya kepada IDNFinancials.com, Rabu (8/10/2025).

Bank digital di bawah naungan EMTK ini dikabarkan akan menggelar pertemuan edukasi bagi investor pada 6 hingga 17 Oktober 2025.

Mengutip informasi dari Stockbit, pertemuan tersebut akan menjadi ajang bagi Superbank untuk menjajaki minat investor terhadap rencana IPO-nya.

Bank digital yang terafiliasi dengan Grup Emtek dan Grab itu disebut akan memanfaatkan mayoritas dana hasil IPO untuk memperkuat bisnis.

“Sebanyak 70% dari dana hasil IPO akan digunakan sebagai modal kerja untuk penyaluran kredit, sementara sisanya dialokasikan untuk belanja modal, termasuk pengembangan sistem dan produk teknologi informasi,” mengutip Bloomberg, Selasa (7/10/2025).

Dalam laporan yang sama disebutkan, CLSA Sekuritas akan bertindak sebagai joint global coordinator.

Selain itu, CLSA bersama Mandiri Sekuritas juga akan menjadi penjamin emisi (underwriter) dalam pelaksanaan IPO Superbank.

Berdasarkan situs resmi perusahaan, struktur kepemilikan saham Superbank saat ini terdiri atas:

  • PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) melalui PT Elang Media Visitama sebesar 31,11%
  • Grab melalui PT Kudo Teknologi Indonesia sebesar 19,16%
  • A5–DB Holdings sebesar 11,52%
  • GXS Bank sebesar 12%
  • KakaoBank sebesar 9,95%
  • Singtel Alpha Investments sebesar 8,46%.

Dari segi keuangan, Superbank pada semester I 2025 mencatatkan laba bersih sebesar Rp20,1 miliar, posisi ini berbalik dari rugi Rp188 miliar pada periode tahun yang sama sebelumnya.

Bank digital ini juga membukukan pertumbuhan total kredit sebesar 123% secara tahunan menjadi Rp8,4 triliun.***

source: IDN