Krusial.com — Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian menegaskan,  telur ayam ras kini harus mendapat perhatian serius. Telur merupakan kebutuhan pokok yang dikonsumsi masyarakat luas setiap hari.

Tito menyebut telur tidak hanya dikonsumsi langsung, tetapi juga bahan utama berbagai olahan. Mulai dari roti, kue, hingga produk makanan lain sangat bergantung pada telur.

“Ini yang paling perlu nomor 1, priority yang kita harus waspadai selain beras. Sekarang yang makan pokok telur itu juga makanan yang sangat sangat banyak apa, digunakan,” ucapnya dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2025 di Jakarta, Selasa (23/9/2025). 

Ia menyoroti, adanya kenaikan harga telur dalam beberapa waktu terakhir. Kenaikan ini bisa dipicu permintaan tinggi maupun biaya pakan.

Menurut Tito, harga jagung sebagai bahan utama pakan ayam sangat berpengaruh. Jika jagung naik, otomatis harga telur juga ikut meningkat.

Ia menekankan pentingnya data akurat mengenai harga dan produksi jagung. Data itu bisa membantu menentukan langkah tepat mengatasi kenaikan harga telur.

Tito juga menyarankan adanya operasi pasar jagung jika harga naik tajam. Operasi difokuskan pada daerah sentra peternakan agar pasokan pakan tetap stabil.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan harga daging ayam ras dan telur ayam ras pada September 2025. Salah satu penyebabnya adalah penurunan produksi jagung.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan harga daging ayam ras naik 4,13 persen dibanding Agustus 2025. Rata-rata harga daging ayam ras nasional kini mencapai Rp37.956 per kilogram.

“Harga daging ayam ras dan telur ayam ras, yang kemudian nanti kami sandingkan dengan statistik produksi jagung, yang memang ternyata dari hasil statistik produksi jagung, itu di bulan Agustus-September-Oktober memang sedang mengalami penurunan,” ucapnya.

Harga telur ayam ras juga meningkat 0,21 persen menjadi Rp30.721 per kilogram. Kenaikan ini dipicu biaya pakan yang semakin tinggi.

Amalia menegaskan harga jagung pipilan kering sebagai bahan pakan ternak ikut naik signifikan. Kondisi itu membuat harga ayam dan telur terdorong naik.***