Krusial.com — PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) diprediksi mulai bisa meraup free cash flow (FCF) tahun 2025, sehingga membuka potensi pembagian dividen. Saham ARCI pun kini mulai diriset broker-broker top dengan rekomendasi positif dan target harga menggiurkan.

Berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek), harga emas terus reli, bahkan sempat menembus US$ 3.700 per oz, didorong oleh ekspektasi penurunan Federal Funds Rate (FFR), risiko geopolitik, dan lonjakan permintaan dari bank sentral serta institusi pengelola dana.

“ARCI berada di posisi tepat untuk meraup keuntungan dari reli ini, didukung oleh melimpahnya cadangan emas dan peningkatan produksi,” tulis Mansek, dikutip Rabu (17/9/2025).

Mansek menganggap ARCI adalah salah satu proxy emas terbaik di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dari sisi produksi, ARCI diprediksi membukukan 120 ribu oz tahun ini, berada di posisi ketiga, setelah Freeport dan Martabe milik UNTR. Hal menarik lainnya, saham ARCI kini diperdagangkan dengan EV/reserves terendah, mencapai US$ 542 per oz, dibandingkan rata-rata pesaing US$ 965 per oz.

Mansek mencatat, pembalikan kinerja ARCI dipicu kembali beroperasinya tambang Araren, yang memiliki kadar emas 2 gram per ton. Ke depan, ARCI akan mulai menambang emas bawah tanah tambang Kopra dengan kadar emas 4 gram per ton.

Mansek memprediksi produksi emas ARCI akan naik menjadi 211,5 ribu oz pada 2028, dibandingkan estimasi tahun ini 127 ribu oz. Ada juga potensi kenaikan cadangan di tambang Western dan Eastern Corridors.

Dividen dan Target Harga

Mansek memprediksi CAGR pendapatan ARCI mencapai 29% selama 2024-2028, sedangkan produksi emas 23%. Margin EBITDA diprediksi naik menjadi 35-38% selama 2025-2028 dari 2024 sebesar 25%, jika harga emas bertahan di atas US$ 3.300 per oz. Laba bersih ARCI diprediksi mencapai US$ 169 juta pada 2028 dari 2024 sebesar US$ 10,5 juta.

Mansek memprediksi ARCI mulai menuai FCF pada tahun 2025, sehingga bisa menebar dividen. Mansek menaksir rasio dividen ARCI berkisar 70-80% pada 2025 dan 2026, mencerminkan yield berkisar 4,4-5% dan 6,7-7,6%.

Mansek merekomendasikan buy saham ARCI dengan target harga Rp 1.400, mencerminkan PER 2026 sebesar 15,4 kali dan potensi kenaikan 46,6% dari harga saat riset dibuat Rp 955. Hari ini, saham ARCI turun 4,7% ke level Rp 910.

source: Investor.id