Krusial.com — PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) atau CDI Group mencatatkan atau listing saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 9 Juli 2025. Perseroan menggelar IPO di harga Rp 190/saham, dan harga sahamnya sempat melonjak ke level tertinggi Rp 2.100 pada 5 Agustus 2025.

CDI Group yang merupakan anak usaha PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), saat ini menjalankan empat lini bisnis utama yaitu energi, air, kepelabuhanan dan penyimpanan, serta logistik. Saat IPO, perseroan melepas 12.482.937.500 (10%) saham kepada publik. Sehingga nilai keseluruhan IPO dari Chandra Daya Investasi mencapai Rp 2,37 triliun. Tingkat kepercayaan investor terhadap CDI Group tercermin dari kelebihan permintaan (oversubscription) hingga 563,64 kali dengan total partisipasi 400.126 investor sepanjang masa penawaran.

Berdasarkan prospektus, dana dari IPO sekitar Rp 871,75 miliar akan disalurkan CDIA melalui penyetoran modal kepada anak usaha yang termasuk dalam pilar bisnis logistik, yaitu PT Chandra Shipping International (CSI) dan PT Marina Indah Maritim (MIM).

Adapun seluruh dana yang diperoleh CSI akan disalurkan kembali sebagian melalui penyetoran modal kepada Chandra Maritime International Pte Ltd  (CMI) dan sisanya akan digunakan untuk pembelian kapal dan pembiayaan operasional. Dana yang diperoleh oleh CMI dan MIM akan digunakan untuk pembelian kapal dan pembiayaan operasional.

Sisanya sekitar Rp 1,48 triliun  seluruhnya akan disalurkan perseroan melalui penyetoran modal kepada anak usaha yang termasuk dalam pilar bisnis pelabuhan dan penyimpanan, yaitu PT Chandra Samudera Port (CSP), yang kemudian seluruhnya akan disalurkan kembali melalui penyertaan modal ke PT Chandra Cilegon Port (CCP). Adapun dana yang diperoleh oleh CCP akan digunakan untuk keperluan pembuatan tangki penyimpanan, pipa saluran ethylene dan fasilitas-fasilitas penunjang lainnya.

Aksi dan Rencana

Sementara itu, berdasarkan fact sheet CDIA diungkap aksi dan rencana perusahaan. CDI Group secara bertahap merencanakan ekspansi armada, yang tidak hanya akan meningkatkan kapasitas logistik tetapi juga memperkuat posisi layanan transportasi laut yang kompetitif dan berstandar tinggi.

Untuk mendukung operasional yang lebih luas dan patuh terhadap ketentuan pelayaran internasional, CDI Group juga memiliki anak perusahaan, Chandra Maritime International Pte Ltd, yang khusus mengelola kapal-kapal berbendera asing. Inisiatif ini memungkinkan CDI Group memperluas cakupan layanan ke kawasan regional dan global, membuka peluang bisnis lintas batas serta meningkatkan daya saing dalam pasar pelayaran internasional.

Di sektor kepelabuhanan dan penyimpanan, CDI Group mengelola PT Chandra Samudra Port (CSP) sebagai entitas induk dalam pengembangan dan pengelolaan infrastruktur kepelabuhanan dan penyimpanan. Melalui CSP, CDI Group menaungi PT Chandra Cilegon Port (CCP), yang akan berfokus pada pengoperasian fasilitas strategis seperti tangki penyimpanan, jaringan pipa saluran ethylene, serta infrastruktur pendukung lainnya guna memenuhi kebutuhan logistik industri secara efisien dan andal.

Lalu CDI Group bersama PT Petrosea Infrastruktur Nusantara tengah mengembangkan PT Chandra Tirta Karian (CTK), yang akan menyediakan layanan air terpadu (end-to-end) melalui investasi strategis di seluruh rantai infrastruktur air.

Beli Kapal

Baru-baru ini, emiten Prajogo Pangestu, Chandra Daya Investasi (CDIA) juga telahmengumumkan memperkuat kapabilitas bisnis logistiknya melalui penambahan dua kapal chemical vessel berkapasitas 9.000 DWT. Kapal yang saat ini sedang dalam tahap pembuatan di Jepang, dirancang khusus mendukung pengangkutan bahan kimia di jalur pelayaran domestik dan internasional.

Dua kapal baru CDI Group akan berbendera Indonesia untuk mendukung jalur distribusi dalam negeri dan juga berbendera internasional guna melayani rute lintas negara. Strategi pengoperasian ini dirancang untuk mengoptimalkan efisiensi operasional sekaligus memastikan kepatuhan terhadap regulasi maritim yang berlaku baik di perairan domestik maupun internasional.

Kedua kapal dijadwalkan mulai beroperasi pada semester I-2026, setelah seluruh proses konstruksi dan pengujian selesai dilakukan sesuai standar.***

source: investor.id