Krusial.com — Bitcoin (BTC) menunjukkan eksistensinya bukan hanya sebagai aset digital bernilai tinggi, tapi juga sebagai ladang untung bagi para penambang.
Dengan harga terkini di kisaran US$115.000 per koin, penambangan Bitcoin kini terbukti lebih menguntungkan dibanding emas, yang saat ini diperdagangkan di level US$3.377 per ons, melansir data TradingView, Kamis (07/08).
Jika dihitung berdasarkan biaya produksi, keuntungan dari penambangan Bitcoin jauh lebih besar. Di benua Amerika Utara, termasuk AS dan Kanada, rata-rata biaya penambangan satu BTC sekitar US$39.770, yang berarti keuntungannya bisa capai US$75.230 atau hampir 190%.
Sebaliknya, meskipun harga emas masih tinggi, margin keuntungannya lebih kecil dibanding Bitcoin. Dengan biaya produksi emas di Amerika Utara sebesar US$1.345 per ons, penambang bisa memperoleh keuntungan sekitar 151%.
Keunggulan finansial Bitcoin juga diperkuat oleh skalabilitas digital dan efisiensi waktu. Proses mining bisa disesuaikan dengan perangkat keras dan strategi energi, terutama di negara dengan tarif listrik rendah. Sementara penambangan emas tetap bergantung pada eksplorasi fisik, logistik, dan perizinan.
Namun, keuntungan besar ini tidak datang tanpa konsekuensi lingkungan. Penambangan Bitcoin mengonsumsi energi sangat besar, 166.270 kilowatt-jam, dan secara global menyumbang lebih dari 141 terawatt-jam per tahun.
Di sisi lain, penambangan emas meski lebih hemat energi per ons (sekitar 778 kWh), namun tetap meninggalkan jejak lingkungan berupa limbah batuan hingga 30 ton per ons serta potensi kontaminasi bahan kimia beracun.
***Disclaimer Alert. Not Finanial Advice (NFA). Do Your Own Research (DYOR).
Tinggalkan Balasan