Krusial.com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak stagnan hari ini. Setelah dalam penutupan perdagangan Senin kemarin, IHSG naik signifikan 0,96 persen ke level 7.605,93.
Kenaikan IHSG tersebut disertai dengan net buy (beli bersih) saham oleh investor asing sebesar Rp834 miliar. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BBCA, BBRI, FILM, DSSA dan BREN.
“IHSG berpotensi sideways (stagnan) hari ini. Level support di rentang 7.500-7.550 dan level resistansi di rentang 7.680-7.720,” kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, Selasa (12/8/2025).
Sementara itu, bursa saham di Wall Street, Amerika Serikat melemah. Sedangkan bursa saham Asia cenderung menguat dalam perdagangan Senin kemarin.
Fanny menyebutkan sejumlah isu yang kemungkinan akan mempengaruhi sentimen pasar saham global. Diantaranya data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS bulan Juli yang akan diumumkan hari ini.
Selain itu, Indeks Harga Produsen (PPI) AS akan diumumkan pada Kamis lusa. “Kedua data tersebut dapat menjadi acuan utama arah kebijakan suku bunga The Fed dalam rapat September mendatang,” ucap Fanny.
Dow Jones memperkirakan CPI Juli naik 0,2 persen secara bulanan (mtm) dan 2,8 persen secara tahunan (yoy). Core CPI yang tidak memasukkan harga pangan dan energi, diproyeksikan naik 0,3 persen (mtm) dan 3,1 persen (yoy).
“Pertemuan tahunan The Fed di Jackson Hole, Wyoming, pada 21-23 Agustus juga akan menjadi perhatian. Saat ini, pasar memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga pada September mencapai 87 persen,” ujar Fanny.
Di sektor perdagangan internasional, Presiden AS Donald Trump telah menandatangani perintah eksekutif terkait tarif Tiongkok. Trump memperpanjang tenggat waktu penerapan tarif impor terhadap barang-barang asal Tiongkok selama 90 hari.
“Perintah tersebut diteken hanya beberapa jam sebelum penangguhan sebelumnya berakhir pada tengah malam,” kata Fanny. Kebijakan Trump tersebut ikut mempengaruhi sentimen pasar di bursa saham Asia.
Indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,19 perden dan CSI 300 Tiongkok menguat 0,43 persen. Di Korea Selatan, indeks Kospi turun 0,10 persen, sedangkan indeks S&P/ASX 200 Australia menguat 0,43 persen.***
Tinggalkan Balasan