Krusial.com — Emiten konglomerat Prajogo Pangestu, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) menyampaikan laporan bulanan registrasi pemegang saham perseroan per 31 Juli 2025. Perusahaan ini baru mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Juli 2025.
Adapun total pemegang saham CDIA per akhir Juli 2025 tembus sebanyak 363.493 pihak. Mayoritas pemegang sahamnya adalah perorangan Indonesia alias ritel lokal dengan jumlah 363.053 investor.
Namun meski jumlah ritel begitu banyak di CDIA, porsi kepemilikannya sangatlah kecil, yakni hanya 2,78 saham Chandra Daya Investasi. Sebagian besar saham CDIA dikuasai perseroan terbatas Indonesia sebanyak 251 pihak dengan kepemilikan 65,72% saham. Dari angka itu, mayoritasnya dikuasai oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencapai 60% saham, yang memang merupakan pengendali CDIA.
Sedangkan, badan usaha asing totalnya 15 entitas dengan jumlah kepemilikan 31,40% saham CDIA. Mayoritasnya sebanyak 30% saham Chandra Daya Investasi dikuasai Phoenix Power BV. Sedangkan ritel asing tercatat sejumlah 157 pihak dengan kepemilikan 0,08% saham.
Saham Chandra Daya Investasi terpuruk pada perdagangan pekan lalu, usai lolos dari papan pemantauan khusus full call auction (FCA) pada 5 Agustus 2025. Beruntung pada Jumat (8/7/2025), saham CDIA masih bisa menghijau meski tipis 0,96% ke Rp 1.580.
Di sisi lain, analis Infovesta Kapital Advisori Ekky Topan sempat menilai, saham Chandra Daya Investasi (CDIA) prospeknya tetap positif. Perihal target harga saham CDIA, Ekky berterus terang terkait emiten Prajogo Pangestu ini.
Sejak CDIA belum melakukan pencatatan (listing) saham di BEI, dirinya sudah memperkirakan saham anak usaha PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) tersebut bakal berada di kisaran Rp 2.000. Namun, tidak tertutup kemungkinan saham CDIA bisa bergerak lebih tinggi ke level Rp 2.350.
“Sementara, untuk area support kuat berada di rentang Rp 1.600–1.650. Jika harga tidak mampu bertahan di atas level tersebut, ada potensi koreksi lebih dalam ke sekitar Rp 1.300,” tandas Ekky belum lama ini.***
source: investor
Tinggalkan Balasan