Krusial.com — Banyak yang berfikir untuk grow portofolio dengan signifikan di crypto, namun masih sedikit yang melihat prespektif risiko yang mungkin ditimbulkan. Lalu, bagaimana cara mitigasi risiko di market crypto?
1. Pahami Siklus Market Crypto
Crypto bergerak dalam suatu siklus. Sama seperti musim hujan dan musim kemarau. Ketika kita salah menentukan bias dan salah masuk musim, maka portofolio kita tidak akan mengalami perkembangan. Sesuai dengan hitungan siklus halving, pada tahun 2025 ini harusnya kita meningkatkan kewaspadaan karena semenjak bottom di 2022, crypto sudah rally selama 3 tahun berturut-turut.
2. Kelola Portfolio Management Dengan Benar
Sangat penting untuk menerapkan portofolio management dan portofolio sizing yang benar. Bitcoin tetap harus mayoritas di portofolio (50-70%). Alokasi lain harus lebih kecil karena potensi risiko dan volatilitas yang sangat tinggi juga kecenderungan Bitcoin yang mengalami “solo rally” ketika banyak aset crypto lain yang tidak perform.
3. Bangun Cross Asset Correlation Matrix
Penting bagi kita untuk melihat heatmap korelasi antar berbagai aset crypto. Bitcoin dan Ethereum biasanya memiliki korelasi yang positif kuat. RWA dan layer-1 juga memiliki korelasi. Dengan melihat korelasi kita mengetahui portofolio composition mana yang tepat untuk menghindari risiko dan membangun diversifikasi yang beragam.
4. Time-Based Diversification
Approach ini cukup bisa dilakukan sesuai dengan keadaan market yang berubah. Misal di bull market kita bisa agresif dengan high beta tokens, lalu melakukan rotasi ke stablecoins ketika market bearish. Atau juga rebalancing ke Bitcoin ketika market cenderung mengalami sideways. Dengan begini, kita memiliki strategi yang berbeda dalam keadaan market yang berubah.***
Tinggalkan Balasan