Krusial.com — Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) meminta, media nasional di Indonesia untuk membuat narasi HUT ke-80 RI. Utamanya kepada Lembaga Kantor Berita (LKBN) Antara, Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI, dan LPP RRI.
Ketua Tim Pengelolaan Komunikasi Strategis Pemerintah, Hastuti Wulanningrum mengatakan, ketiga media tersebut diharapkan memuat isu program prioritas. Di antaranya, Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis (CKG), Sekolah Rakyat, Koperasi Desa Merah Putih, dan 3 Juta Rumah untuk Masyarakat Indonesia.
“Tujuan dari mengangkat isu tersebut adalah untuk mengobarkan semangat persatuan, dan partisipasi masyarakat secara aktif. Melalui peringatan HUT ke-80 RI yang semakin dekat, dan mampu membangun pemahaman terhadap prioritas pemerintah,” kata Hastuti dalam rapat tentang ‘Strategi Diseminasi Perayaan HUT ke-80 RI’, Jumat (8/8/2025).
Menurutnya, tujuan utama dari strategi diseminasi untuk mengobarkan semangat dan kesatuan serta partisipasi masyarakat. Tujuan ini juga sesuai dengan visi misi Presiden Prabowo Subianto untuk membangun Indonesia Emas.
Ia mengatakan, perayaan kemerdekaan ini menjadi momentum bersatu padu untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia secara utuh. “Merdeka dari kelaparan, sakit tidak tertangani, akses pendidikan yang tertunda, ekonomi tertinggal, dan tempat tinggal yang tidak layak,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, ia memaparkan jadwal strategi diseminasi yang diusung Kemkomdigi. Dimulai pada 10-14 Agustus 2025 untuk memberikan edukasi dan meningkatkan antusiasme masyarakat.
DIlanjutkan pada 15-17 Agustus 2025 berfokus kepada selebrasi dan ajakan partisipatif. Ajakan tersebut bisa dibagikan melalui media daring, media sosial, dan situs hingga videotron.
Ia juga mengingatkan agar konten tentang perayaan Kemerdekaan Indonesia tidak selesai hingga 17 Agustus semata. Sementara sejak 18-31 Agustus 2025, media harus memberikan refleksi, dampak, dan keberlanjutan.
“Ini yang kami harapkan dari Antara, RRI, dan TVRI. Di mana Antara bisa memuat siaran pers, RRI bisa menyiarkan siaran khusus kemerdekaan, dan TVRI siaran langsung usai detik-detik proklamasi,” ujarnya, mengakhiri.***
Tinggalkan Balasan