Krusial.com — Seorang trader anonim mengaku kehilangan 10.000 Bitcoin senilai Rp19,43 triliun usai ibunya membuang laptopnya yang rusak. Ia membeli koin tersebut seharga Rp744.000 pada awal 2010 karena ajakan teman-teman kuliahnya, lalu menyimpan kuncinya di laptopnya setelah mentransfernya dari USB.

Ia akhirnya melupakan koin-koin itu setelah lulus kuliah. Namun, pada tahun 2014, ketika crypto mulai populer, pria yang kini berusia 34 tahun itu ingat pernah membeli Bitcoin, dan kembali mencarinya untuk mengecek apakah saldonya naik karena nilai Bitcoin melonjak saat itu.

Kemudian ia pulang ke rumah untuk mencoba menemukan laptop lamanya yang telah rusak selama bertahun-tahun. Nahasnya, ia mengetahui bahwa perangkat itu telah dibuang oleh ibunya.

“Saya benar-benar pingsan, saya marah, bingung, terkejut, menyangkal, sedih, mengamuk, dan banyak emosi lainnya,” ujarnya dalam sebuah unggahan di Reddit pada tahun 2019.

Ia mengatakan ia hidup dengan harapan bahwa Bitcoin yang berfluktuasi dan tidak stabil akan jatuh lagi dan tidak pernah pulih. Sebab, hal tersebut bisa meringankan sebagian penderitaannya yang telah gagal menjadi miliarder.

“Segalanya tidak sama seperti dulu dan tidak akan pernah sama lagi karena Bitcoin telah menghancurkan hidup saya, atau mungkin saya membiarkannya menghancurkan hidup saya, entahlah,” lanjut trader tersebut.***