Krusial.com — PT Bank Jago Tbk (ARTO) membukukan laba bersih meroket hingga 154,3% year-on-year di kuartal kedua tahun 2025 menjadi Rp127,1 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan terbarunya, peningkatan laba bersih Bank Jago didorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga dan syariah bersih hingga 64,71% menjadi Rp1,5 triliun.

Bank Jago juga mencatatkan penyaluran kredit yang melonjak 36,7% pada kuartal II 2025 menjadi Rp 21,4 triliun, sembari menjaga NPL gross di level 0,3% dan NPL nett di 0,02%.

Dana Pihak Ketiga (DPK) bank digital ini juga tumbuh 19,3% menjadi Rp22,4 triliun, dengan Loan-to-Deposit Ratio (LDR) menyentuh 95,53%.

Laporan keuangan Bank Jago juga menunjukkan bahwa rasio CASA (current account savings account) Bank Jago pada kuartal II 2025 ini sedikit turun ke level 51% dari 52,9%.

Hingga akhir Juni 2025, Bank Jago mencatatkan total aset senilai Rp32,4 triliun, dengan ekuitas mencapai Rp8,6 triliun.

Berdasarkan data IDNFinancials.com, bank digital ini terafiliasi dengan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) lewat PT Dompet Karya Anak Bangsa (GoPay) dengan kepemilikan saham 21,4% per Juni 2025.

PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia dan Wealth Track Technology Ltd. masih mengendalikan Bank Jago dengan porsi 29,79% dan 11,68%. GIC Pte Ltd memiliki 9,02%, sementara 28,11% sisanya dipegang publik.

Hingga akhir perdagangan Kamis (24/7) ini, saham Bank Jago (ARTO) melonjak 5,95% ke level Rp1.870 per lembar. Namun sejak awal tahun, harga sahamnya sudah merosot hingga 23,05%.***

source: idnfinancials