Krusial.com — Pemerintah mendirikan sekolah rakyat yang mulai beroperasi tahun ajaran 2025/2026. Sekolah merupakan program pemerintah dalam pengentasan kemiskinan melalui pendidikan gratis  khususnya bagi siswa dari keluarga kurang mampu.

Seperti sekolah pada umumnya, sekolah rakyat juga memiliki jenjang mulai dari sekolah dasar hingga menangah. Namun, salah satu yang membedakan antara sekolah rakyat dengan sekolah negeri adalah kurikulumnya.

Diketahui, sekolah negeri mengggunakan kurikulum merdeka yang ditetapkan sebagai kurikulum nasional, menggantikan Kurikulum 2013. Sedangkan sekolah rakyat menggunakan kurikulum yang dirancang khusus menyesuaikan kebutuhan peserta didik dan dinamika sosial di lingkungannya.

Melansir laman resmi Kementerian Sosial, kurikulum sekolah rakyat, menggabungkan pendekatan nasional dan kekhasan lokal. Terdapat tiga muatan utama dalama cakupan kurikulum sekolah rakyat, diantaranya:

1. Kurikulum Persiapan
Pada tahap awal ini dilakukan talent Mapping melalui asesmen kesiapan fisik, mental, hingga akademik siswa. Ini menjadi fondasi kuat sebelum memasuki proses belajar yang lebih intensif.

2. Kurikulum Sekolah Formal
Mengacu pada standar nasional, kurikulum. Ini mencakup, intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler. 

3.Kurikulum Asrama
Pendidikan karakter, menguatkan nilai-nilai kepemimpinan. Juga spiritualitas, cinta tanah air, hingga Bahasa dan komunikasi.***