Krusial.com — Anemia dan darah rendah merupakan sebuah kondisi yang sama-sama berkaitan dengan darah. Keduanya terjadi ketika aliran darah terganggu, dengan gejala umum seperti badan terasa lemas dan berkunang-kunang.
Namun demikian, anemia dan darah rendah sebenarnya tidak sama. Simak perbedaannya yang dilansir dari berbagai sumber:
1. Definisi Anemua dan Darah Rendah
Anemia adalah kondisi saat tubuh kekurangan sel darah merah (hemoglobin) yang berfungsi mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Akibatnya, suplai oksigen terganggu sehingga tubuh menjadi lemah dan aktivitas sel menurun.
Sedangkan darah rendah atau hipotensi merupakan kondisi yang terjadi karena tekanan darah ketika melewati arteri terlalu rendah. Hal ini terjadi karena jumlah darah yang lebih sedikit, sehingga alirannya tidak lancar.
Umumnya, seseorang dianggap menderita darah rendah jika hasil pengukuran tensi menunjukkan angka di bawah 90/60 mmHg. Kondisi ini menyebabkan suplai oksigen dan nutrisi berlangsung lebih lama, sehingga memungkinkan munculnya gejala pusing dan lesu.
Perlu diketahui, anemia dapat menyebabkan tekanan darah rendah, sebab pengidap anemia memiliki sel darah merah yang lebih sedikit. Volume darah yang sedikit membuat tekanannya menjadi rendah, sehingga aliran darah tidak lancar.
2. Penyebab Anemia dan Darah Rendah
Anemia dipicu oleh produksi hemoglobin yang lebih sedikit dari batas normal. Produksi hemoglobin dipengaruhi oleh asupan mineral zat besi serta vitamin B9 dan B12 yang membantu pembentukan sel darah merah.
Sel darah berperan penting dalam menyebarkan oksigen ke seluruh tubuh. Jika asupan nutrisi tersebut kurang, produksi hemoglobin juga terganggu.
Sementara itu, darah rendah berhubungan dengan tekanan darah ketika mengalir di arteri. Terjadi akibat beberapa faktor, termasuk anemia, kurang minum air putih, kehilangan banyak darah, diabetes insipidus (beser), dan sebagainya.
Penggunaan obat-obatan tertentu dapat memicu tekanan darah rendah bagi sebagian orang. Terutama jika obat tersebut menyebabkan buang air kecil lebih sering dari biasanya.
3. Cara Menangani Anemia dan Darah Rendah
Anemia seringkali disebabkan oleh kurangnya vitamin dan mineral zat besi. Disarankan untuk memperbaiki pola makan sehat dan seimbang dengan memperbanyak konsumsi daging, telur, ikan dan buah-buahan.
Selain pola makan sehat, pada kondisi tertentu diperlukan untuk mengonsumsi suplemen tambahan. Pilihlah suplemen yang mengandung zat besi, asam folat serta vitamin B kompleks.
Sementara itu, darah rendah dapat diatasi dengan memperbanyak konsumsi air putih, agar darah lebih encer. Dengan demikian, darah dapat mengalir dengan tekanan yang seharusnya.
Selain itu, memperbanyak kegiatan fisik seperti berolahraga juga dapat membantu meringankan gejala tekanan darah rendah. Jika disebabkan oleh anemia, sembuhkan anemia terlebih dahulu agar jumlah sel darah meningkat dan tekanan darah kembali normal.
Informasi tambahan, tekanan darah yang normal adalah antara 90/60 mmHg hingga 120/80 mmHg. Sedangkan hemoglobin yang normal, jumlah sel darah merah pria dewasa adalah 14-18 g/dL dan wanita 12 -16 g/dL.***
Tinggalkan Balasan