Krusuail.com — Saham Kakaopay Corp., perusahaan teknologi keuangan asal Korea Selatan, anjlok hingga 10,23%, Sabtu (28/6/2025) setelah sebelumnya meroket hingga 208% bulan lalu karena investor optimis akan visi perusahaan tersebut terhadap stablecoin yang dipatok dengan won.
Sebelumnya, saham perusahaan sempat dihentikan selama satu hari karena Korea Exchange (Bursa Korea) menganggap saham KakaoPay sebagai “risiko investasi”. Namun setelah dibuka, saham perusahaan menurun 17% dari rekor tertingginya, Jumat (27/6/2025).
Ini bukan pertama kalinya perdagangan saham KakaoPay dihentikan. Pada hari Selasa (24/6/2025) bursa juga menghentikan perdagangan saham tersebut setelah terjadi lonjakan harga sekitar 50% dalam dua hari.
Penghentian tersebut menunjukkan bahwa antusiasme investor sedikit menurun. Sebab, mereka sebelumnya yakin bahwa KakaoPay akan jadi bagian dari masa depan aset digital dengan membuka peluang inovasi dalam keuangan. Namun, hal tersebut harus dilakukan karena menimbulkan kekhawatiran di kalangan regulator.***
Tinggalkan Balasan