Krusial.com — Sejumlah perusahaan publik yang telah mengakuisisi Bitcoin (BTC) mencatatkan kenaikan saham yang luar biasa, bahkan hingga ribuan persen. Metaplanet misalnya, perusahaan investasi asal Jepang ini, mencuri perhatian publik usai sahamnya melonjak hampir 8 ribu persen, atau tepatnya 7.963%, dari US$0,13 ke US$10,57 sejak April 2024.

Tak kalah mencolok, The Blockchain Group juga catat lonjakan saham sebesar 3.357%, yang dipicu oleh langkah grup menjadi perusahaan perbendaharaan Bitcoin pertama di Eropa.

Strategy (MSTR), yang sangat terkenal dengan setengah juta Bitcoinnya, sahamnya naik 2.621%, sebab mengakumulasi Bitcoin dari harga terendahnya di rata-rata US$70.681 yang saat ini sentuh di US$106.000. Hal ini menjadikannya pionir utama di antara perusahaan publik dalam investasi Bitcoin jangka panjang.

Lonjakan serupa dialami Exodus, perusahaan wallet crypto, yang mencatat kenaikan 1.150% sejak pembelian Bitcoin pada Desember 2023. Harga sahamnya naik dari US$2,30 menjadi US$28,77 dalam beberapa bulan.

Sementara itu, Marathon Digital Holdings (MARA), salah satu penambang Bitcoin terbesar di AS, dengan mencatat kenaikan tertinggi sahamnya 30,9% seiring reli harga Bitcoin, mencerminkan eksposurnya yang tinggi terhadap aset digital tersebut.

Lonjakan saham yang fantastis ini menunjukkan bahwa strategi akuisisi Bitcoin sebagai cadangan keuangan perusahaan bisa memicu pertumbuhan nilai perusahaan, terutama saat pasar crypto kembali menggeliat.

Namun, perlu dicatat tidak semua perusahaan mengalami nasib serupa, beberapa justru mengalami penurunan harga. Misalnya, Microcloude Hologram (HOLO) dan GameStop (GME) justru memerah dengan masing-masing -89,03% dan -27,14% ketika mengakuisisi Bitcoin belakangan ini.***