Krusial.com — Presiden Prabowo Subianto meresmikan pengoperasian proyek energi terbarukan di 15 provinsi serta peningkatan produksi minyak Blok Cepu sebesar 30.000 barel per hari. Peresmian dilakukan secara daring dari Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen, Bondowoso, Kamis (26/6/2025).
Total kapasitas proyek energi baru dan terbarukan (EBT) yang diresmikan mencapai 379,7 megawatt dengan investasi sekitar Rp 25 triliun. Proyek ini mencakup pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang tersebar di berbagai daerah.
“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, saya meresmikan pengoperasian dan pembangunan energi terbarukan serta peningkatan produksi minyak Blok Cepu,” kata Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan sambutan secara daring.
Dalam acara tersebut, turut hadir di lokasi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan sejumlah kepala daerah dari wilayah proyek.
PLTP Ijen tahap pertama sebesar 34,9 megawatt juga diresmikan pada kesempatan itu. Total kapasitas proyek di Ijen ditargetkan mencapai 110 megawatt. Pemerintah menargetkan seluruh desa di Indonesia terlistriki dalam empat tahun ke depan.
Presiden juga menegaskan pentingnya swasembada energi sebagai fondasi kemandirian nasional. Ia menargetkan produksi minyak nasional mencapai 1 juta barel per hari pada 2030.
“Bangsa yang merdeka harus mandiri di bidang pangan dan energi,” tegasnya.
Menteri ESDM menyebut proyek-proyek tersebut menyerap sekitar 9.500 tenaga kerja lokal dan mengutamakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hingga 40 persen. Sementara untuk Blok Cepu, peningkatan produksi yang diresmikan lebih cepat 10 bulan dari jadwal.
“Blok Cepu telah menyumbang 30 miliar dolar AS bagi pendapatan negara dengan investasi awal hanya 4 miliar dolar AS,” ujar Bahlil Lahadalia.
Dalam sesi dialog, Presiden mendengarkan laporan dari perwakilan daerah seperti Sumatera Barat, Sulawesi Utara, Papua Selatan, Bali, dan Sukabumi. Mereka menyampaikan manfaat langsung dari proyek PLTS maupun PLTP di daerah masing-masing.
Acara diakhiri dengan pernyataan optimisme dari Presiden agar seluruh program elektrifikasi nasional dapat dituntaskan sesuai target.***
Tinggalkan Balasan