Krusial.com — Politisi senior Partai Golkar, Bambang Soesatyo (Bamsoet), menyatakan pelaut Indonesia adalah pilar utama perdagangan internasional. Hal itu disampaikannya menanggapi rencana peringatan Hari Pelaut Sedunia pada 25 Juni 2025 di Jakarta. 

“Kegiatan ini memiliki tujuan penting yaitu mengakui kontribusi tidak ternilai dari para pelaut,” ucapnya, Kamis (5/6/2025). Selain itu sekaligus untuk meningkatkan kesadaran akan tantangan yang dihadapi para pelaut Indonesia.

Pada tahun ini, peringatan Hari Pelaut Sedunia akan mengusung tema “My Harassment-Free Ship” (Kapal Saya Bebas Perundungan). Menurut Bamsoet, ini merupakan seruan untuk menciptakan lingkungan kerja di laut yang bebas dari perundungan dan pelecehan. 

“Tema ini bukan sekadar slogan melainkan refleksi dari realitas keras yang dihadapi banyak pelaut,” ujarnya. Terutama, lanjut Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu, kepada pelaut perempuan saat menjalankan mereka di tengah samudra.

Bamsoet lalu mengutip hasil studi yang dimuat di jurnal Marine Policy. Di situ terungkap lebih dari 50 persen pelaut perempuan mengalami perundungan atau pelecehan di tempat kerja. 

“Sekitar 17 persen di antaranya pernah melaporkan jika mereka mengalami pelecehan seksual,” ucapnya. Bahkan, lanjut Bamsoet, satu persen kadet pernah mengalami kekerasan seksual selama berada di kapal.***