Krusial.com — Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia menunjukkan ke arah penguatan di awal perdagangan hari ini. Dari data RTI Business, IHSG dibuka di zona hijau di level 7.165 ditopang kenaikan harga sebanyak 261 saham.
“Pasar merespons positif keputusan Bank Indonesia menurunkan suku bunga. Keputusan ini mengikuti langkah serupa yang diambil pada Januari lalu,” kata Analis Pasar Modal dari Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, Kamis (22/5/2025).
Sejak 2017, lanjut Rully, BI umumnya menghindari pelonggaran kebijakan moneter pada kuartal kedua, kecuali saat pandemi tahun 2020. Karena pada kuartal kedua ada tekanan musiman terhadap rupiah akibat repatriasi dividen.
“Pemangkasan suku bunga terbaru ini menandakan BI memprioritaskan pertumbuhan ekonomi. Meski ketidakpastian global masih tinggi dan masih adanya ketegangan perdagangan yang berdampak pada prospek ekonomi Indonesia,” ujar Rully.
Usai pengumuman BI Rabu kemarin, IHSG ditutup naik 0,67 persen atau 47,86 poin ke level 7.142. Penguatan IHSG disertai aliran masuk modal asing sebesar Rp960,4 miliar.
Saham-saham yang paling banyak dibeli asing antara lain saham BBCA, BMRI dan saham ANTM. “Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik didukung harga emas yang kembali menembus USD3.300 per troy ounce,” ucap Rully.
Kinerja IHSG, tambahnya, masih akan positif dalam jangka pendek. Namun tetap berhati-hati untuk prospek jangka panjang mengingat lemahnya fundamental ekonomi.
“Kami mempertahankan target IHSG akhir tahun di 6.900 dengan asumsi pertumbuhan ekonomi 2025 sebesar 4,75. Pertumbuhan ekonomi tahun ini diperkirakan turun dari 5,03 persen pada 2024,” kata Rully menutup analisisnya.***
Tinggalkan Balasan