Krusial.com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik turun ke zona merah pada penutupan perdagangan Selasa (20/5/2025). Menurut Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG turun 0,65 persen atau 46,49 poin ke level 7.049.

Merosotnya IHSG disertai penurunan harga 398 saham. Sementara 290 saham stagnan dan hanya 272 saham yang harganya naik.

Di sisi lain, penurunan IHSG dipengaruhi pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. “Menkeu mengatakan bahwa efisiensi anggaran akan berlanjut hingga 2026,” kata Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas, Selasa (20/5/2025).

Pada Rapat Paripurna DPR, Menkeu mengatakan akan pemerintah tetap selektif menggunakan APBN. “Ini karena instrumen yang tidak tak terbatas,” ucapnya saat menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2026.

Volume saham yang diperdagangkan sebanyak 29,94 miliar lembar dengan frekuensi perdagangan 1.452.000 kali transaksi. Total nilai perdagangan sebesar Rp16,14 triliun dan kapitalisasi pasar menjadi Rp12.307 triliun.

Tim Analis Pilarmas menyebut Indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan bergerak melemah. Saham sektor barang sekunder (consumer cyclical) turun paling dalam sebesar minus 1,24 persen.

Sementara itu, bursa saham Asia bergerak beragam pada penutupan perdagangan Selasa (20/5/2025). Di sisi lain, pejabat The Fed berhati-hati menanggapi konsekuensi penurunan peringkat Moody’s terhadap kredit rating Amerika Serikat (AS).

“Selanjutnya, pasar akan memantau perdebatan di Kongres AS mengenai rancangan undang-undang pemotongan pajak,” kata Tim Pilarmas. Perpanjangan pemotongan pajak akan berpotensi menambah USD3 triliun hingga USD5 triliun utang nasional selama dekade berikutnya.***