Krusial | Jakarta — PT Darma Henwa Tbk (DEWA), perusahaan kontraktor pertambangan batu bara yang dikendalikan Grup Bakrie, disebut bakal mencetak lonjakan laba bersih hingga 2027. Saham DEWA kini mendapatkan rekomendasi positif dan target harga tinggi.

Sucor Sekuritas mencatat, perseroan kini memasuki era transformasi besar dengan beralih dari mengandalkan subkontraktor menjadi dikerjakan sendiri. Ini akan mendongkrak margin dari 3% pada 2024 menjadi 17% tahun 2027.

“Laba bersih diprediksi melonjak dari Rp 16 miliar pada 2024 menjadi Rp 421 miiliar, dengan CAGR 195%,” tulis Sucor dalam riset, dikutip Rabu (30/4/2025).

Broker ini mempredikis pemindahan lapisan penutup stabil di level 175 bank cubic meter (bcm). Dari jumlah itu, yang digarap sendiri diprediksi mencapai 120 juta pada 2028, naik tajam dari sebelumnya 30 juta bcm. Alhasil, pendapatan bakal melejit dari Rp 6,3 triliun pada 2025 menjadi Rp 7,1 triliun.

Sementara itu, selepas restrukturisasi utang, DEWA kini punya neraca yang sehat, dengan DER hanya 0,2 kali dan utang/EBITDA 1,3 kali, dengan dukung biaya pendanaan lebih rendah, sehingga menopang profitabilitas ke depan.

Capex dan Target Harga

Selama 2025-2027, perseroa bakal menggelontorkan capex Rp 3,4 triliun, dengan estimasih free cash flow (FCF) Rp 1 triliun pada 2027.

Sucor melihat pada potensi kenaikan lebih tinggi lagi, seiring kerja sama strategis dengan Grup Salim dan Ithaca Resources. Ini akan memberikan tambahan kontrak di luar PT Bumi Resources Tbk (BUMI), perusahaan terafiliasi DEWA, sebanyak 100 juta bcm.

“Proyek tambang emas Gayo di Aceh juga bakal menjadi katalis pertumbuhan DEWA dalam jangka menengah,” tulis Sucor.

Sucor menginisiasi riset saham DEWA dengan target harga Rp 300, berdasarkan valuasi DFC, menawarkan gain 436% dibandingkan harga saat berita ini ditulis Rp 129.***