Krusial — CEO X Elon Musk mengklaim media sosial miliknya mengalami serangan siber besar-besaran yang didalangi oleh kelompok atau negara yang besar dan terkoordinasi, Senin (10/3/2025). Gangguan layanan tersebut berlangsung selama beberapa menit di berbagai negara, termasuk Indonesia.

“Masih ada serangan siber besar-besaran terhadap X. Kami diserang setiap hari, tetapi ini dilakukan dengan banyak sumber daya. Entah sebuah kelompok besar yang terkoordinasi dan/atau sebuah negara yang terlibat,” ujar Musk dalam akun X pribadinya.

Ia mengatakan bahwa serangan siber tersebut dimaksudkan untuk melumpuhkan X dengan alamat IP yang berasal dari wilayah Ukraina. Diketahui, Musk sangat kritis terhadap pemerintah Ukraina, terlebih lagi usai Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy cekcok dengan Donald Trump.

“Kami tidak tahu persis apa yang terjadi, tetapi ada serangan cyber besar-besaran untuk mencoba menjatuhkan sistem X dengan alamat IP yang berasal dari wilayah Ukraina,” kata Musk.

Ia juga menanggapi influencer crypto yang mengungkapkan bahwa penyerangan itu sebagai protes terhadap Department of Government Efficiency, badan efisiensi pemerintah yang dipimpin Musk. Sebab, ini terjadi usai adanya perusakan terhadap dealer Tesla pada minggu sebelumnya.

Kemudian, Dark Storm, sebuah kelompok “hacktivist” pro-Palestina, mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut sebagai upaya hacktivist yang lebih luas untuk melawan Israel. Meski begitu, pihaknya belum memberikan bukti telah melakukan hal serupa.***