Krusial — Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan Indonesia mengalami deflasi tahunan pertama dalam lebih dari dua dekade terakhir. Harga-harga konsumen turun 0,09% dari tahun ke tahun untuk pertama kalinya sejak Maret 2000, meleset dari estimasi para ekonom yaitu inflasi 0,04%.
“Deflasi 0,48% secara mtm atau penurunan indeks harga konsumen (IHK),” kata Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, seperti dikutip Bloomberg, Senin (3/3/2025).
Deflasi ini terjadi karena harga di sektor perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga turun lebih jauh menjadi 12% tahun ke tahun. Sebab, sebelumnya pemerintah memberikan diskon untuk tarif listrik untuk pelanggan tertentu berlangsung hingga akhir bulan lalu.
Penurunan IHK tahunan mendorong inflasi Indonesia semakin jauh di bawah kisaran target Bank Indonesia, yakni sebesar 1,5%-3,5% pada 2025. Meski begitu, inflasi inti terus meningkat jadi 2,48% saat harga barang-barang seperti emas perhiasan dan minyak goreng naik.
Sementara itu, rupiah menguat 0,29% menjadi Rp16.474, membuatnya menjadi mata uang dengan penguatan terkuat hari ini. Ini dikarenakan indeks dolar Amerika Serikat melemah 0,37% ke angka 107,21, membuat mata uang Asia lainnya juga meningkat.***
Tinggalkan Balasan