Krusial — Amazon (AMZN) resmi memasuki persaingan komputasi kuantum dengan meluncurkan chip kuantum generasi pertamanya yang diberi nama Ocelot. Chip ini diperkenalkan hanya sepekan setelah Microsoft merilis Majorana 1, chip kuantum terbarunya.
Keberadaan Ocelot menjadi tonggak penting bagi Amazon dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan komputasi kuantum, sekaligus memperkuat inovasi di layanan AWS.
Dalam blog resminya, AWS menekankan bahwa Ocelot berpotensi merevolusi komputasi kuantum dengan memerlukan hanya sepersepuluh sumber daya dibandingkan metode umum saat ini.
“Mengembangkan Ocelot hingga menjadi komputer kuantum yang benar-benar dapat digunakan di dunia nyata akan jauh lebih efisien dibandingkan pendekatan lain,” tulis AWS.
Para peneliti AWS juga berhasil menggabungkan teknologi cat qubit dengan komponen koreksi kesalahan ke dalam satu mikrochip yang dapat diproduksi secara massal menggunakan teknik industri mikroelektronika.
Menurut Director of Quantum Hardware AWS Oskar Painter, era komputer kuantum yang dapat diandalkan kini semakin dekat.
Painter juga menyebut chip yang mengikuti arsitektur Ocelot bisa memangkas biaya produksi hingga seperlima dari metode konvensional, serta mempercepat pencapaian komputer kuantum praktis hingga lima tahun lebih awal.
“Berkat kemajuan riset terbaru, pertanyaan bukan lagi apakah komputer kuantum akan tersedia, melainkan kapan,” ujar Painter.
Di sisi lain, berbagai pengembangan chip kuantum saat ini memicu kekhawatiran di komunitas crypto. Sebab, semakin cepat komputer kuantum berkembang, semakin besar kemungkinan sistem blockchain saat ini menjadi rentan terhadap serangan.
Untuk itu, industri crypto harus segera mencari solusi enkripsi yang lebih kuat agar tetap relevan di era komputasi kuantum.***
Tinggalkan Balasan