Krusial | Tokyo — Jepang meningkatkan dana, lebih USD250 juta (Rp4 triliun), untuk pertukaran budaya dengan ASEAN, dalam 10 tahun ke depan. Penambahan dana ini sebagai upaya memperdalam hubungan antara kedua pihak, dikutip dari CNA, Kamis (27/2/2025).
Jepang menganggap ASEAN sebagai mitra terpercaya sejak hubungan resmi dimulai pada 1977. Duta Besar Jepang untuk ASEAN, Masahiko Kiya menekankan, pertukaran antarmasyarakat menjadi salah satu pilar utama dalam hubungan ini.
Pihak Jepang ingin membangun masa depan bersama ASEAN, melalui kerja sama budaya dan pendidikan. Dana sebesar 40 miliar yen (Rp4,3 triliun) akan digunakan untuk program pertukaran budaya dan intelektual dua arah.
Program ini mencakup undangan bagi akademisi ASEAN untuk belajar di Jepang dan sebaliknya. Jepang juga melihat ASEAN sebagai mitra kunci dalam menghadapi dinamika geopolitik di Indo-Pasifik.
ASEAN telah berhasil mengelola persaingan kekuatan besar selama beberapa dekade. Jepang berkomitmen mendukung ASEAN dalam menjaga perdamaian serta mendorong kesejahteraan regional.
Negara tersebut juga menegaskan dukungannya terhadap ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP). Inisiatif ini bertujuan mengubah kawasan Indo-Pasifik dari arena persaingan menjadi ruang dialog dan kerja sama.
Jepang menekankan pentingnya tatanan internasional berbasis aturan di kawasan Indo-Pasifik. Jepang juga mengimbau semua negara untuk mematuhi hukum internasional demi stabilitas ekonomi regional.
Salah satu kerja sama ekonomi antara ASEAN dan Jepang yang telah terjalin adalah Proyek Inovasi Ekonomi Biru ASEAN. Proyen ini diluncurkan bersama Jepang dan Program Pembangunan PBB (UNDP).
Proyek ini bertujuan menangani berbagai tantangan, termasuk perubahan iklim, pencemaran laut, serta pengembangan perikanan berkelanjutan dan pariwisata ramah lingkungan. Sebanyak 60 inovasi terbaik dari 1.300 peserta ASEAN dan Timor Leste dipresentasikan kepada investor, termasuk perusahaan Jepang.
Jepang berharap inovasi-inovasi ini mendapat dukungan dari sektor swasta agar dapat dikembangkan lebih lanjut. Selain itu, Expo Dunia 2025 di Osaka akan menjadi ajang penting untuk memperkuat kolaborasi ASEAN dan Jepang.
Expo yang berlangsung dari April hingga Oktober ini akan mempertemukan berbagai pemangku kepentingan global untuk membahas tantangan dunia. ASEAN akan berpartisipasi dengan paviliun bertema “Building Bridges”, yang menampilkan kisah sukses dan inisiatif kerja sama ASEAN.
Beberapa negara ASEAN, seperti Malaysia, Indonesia, Thailand, Filipina, dan Singapura, juga akan memiliki paviliun masing-masing. Jepang berharap hubungan dengan ASEAN semakin erat dan memberikan manfaat bagi kedua pihak serta dunia secara luas.***
Tinggalkan Balasan