Krusial — Lazarus Group, kelompok peretas digital asal Korea Utara (Korut), disebut menjadi dalang peretasan senilai US$1,4 miliar dalam Ethereum (ETH) di Bybit. Ternyata, ini bukan pertama kalinya serangan siber dilakukan.
Lazarus Group dilaporkan pertama kali usai berhasil menyerang Bangladesh Bank dengan total kerugian mencapai US$81 juta. Peretasan ini dilakukan dengan mengirimkan email ke beberapa pegawainya yang berisi malware.
Usai meretas bank, kelompok peretas ini mencuri dana senilai US$30 juta atau Rp446 miliar dalam bentuk crypto dari gim online populer Axie Infinity. Kelompok yang dikenal sebagai APT38 ini melanjutkan aksinya dengan meretas US$100 juta dari Horizon Harmony pada 2022 lalu.
Terbaru, Lazarus Group berhasil meretas exchange terbesar crypto Bybit dan merugi hingga US$1,4 miliar. Kejadian ini cukup cepat hanya dalam beberapa jam dan membuat market crypto memerah, Jumat (21/02).
Kabar terkini, CEO Bybit Ben Zhou tengah memburu peretas Park Jin Hyok dari Lazarus Group. Bahkan, ia membuat situs khusus untuk mencari kelompok Lazarus Group.
Lazarus Group merupakan kelompok peretas dari Korea Utara, banyak ahli yang menduga mereka telah meretas sejak tahun 2010. Sementara itu FBI belum mengetahui ada berapa banyak anggota di dalam Lazarus Group.
Serangkaian serangan ini menjadi kasus yang cukup besar, terlebih FBI sampai saat ini belum berhasil menangkap dalang dari kasus-kasus tersebut.***
Tinggalkan Balasan