Krusial — Pasar crypto mencatatatkan likuidasi hingga US$943,77 juta atau sekitar Rp15,3 triliun dalam 24 jam terakhir. Hal ini terjadi kala Bitcoin (BTC) terjun bebas 5% dan menyentuh US$90.912 per koin, Selasa (25/2/2025).

Secara rinci, likuidasi ini dialami hampir dari setengah juta orang atau 315.134 trader yang memegang posisi long dengan total nilai US$876,17 juta. Sementara, pada posisi short mengalami likuidasi sebesar US$67,60 juta.

Bitcoin menjadi cryptocurrency yang mengalami likuidasi terbesar US$269,75 juta. Disusul dengan Ethereum (ETH) yang mengalami likuidasi hingga US$199,02 juta. Serta aset lainnya yang mengalami likuidasi US$116,67 juta.

Di sisi lain, Bybit menjadi exchange yang menyumbang likuidasi terbesar hingga US$418,30 juta. Selanjutnya disusul oleh Binance dan OKX dengan masing-masing likuidasi sebesar US$220,20 juta dan US$123,62 juta.

Hal ini bertepatan dengan Strategy kembali akuisisi 20.356 BTC atau senilai US$1,99 miliar di harga rata-rata US$97,514 per BTC pada Senin (24/2/2025).

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump yang menyatakan tarif 25% terhadap Canada dan Mexico akan terus berlanjut. Tak hanya itu, ia juga akan membuat negara Paman Sam kembali kaya raya.

Namun, apakah hal tersebut menjadi faktor dari pergerakan pasar cryptocurrency hingga berdarah-darah?.***