Krusial | Malang — Sebanyak 20 rombongan pemancing warga Desa Sumberbening, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, tenggelam gegara perahu mesin mereka dihantam ombak saat mencari ikan, salah satu dari mereka terbawa ombak.
Diketahu korban benama Edi Santoso (30), warga Dusun Sumberwates Rt 12, Rw 02, Desa Sumberbening, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang dan 19 temannya berhasil selamat.
Menurut Kordinator Basarnas Surabaya, Yoni, kejadian tersebut terjadi pada hari Rabu malam sekitar pukul 21.00 WIB. Korban dan 20 orang temannya sedang mencari ikan ketika salah satu di antaranya, Edi Santoso, terjatuh terseret ombak sekitar pukul 19.30 WIB. Teman-temannya berusaha memberikan pertolongan, namun karena lampu yang dipasang di kepala korban terlepas, mereka kesulitan melakukan pertolongan.
“Mereka mengalami kesulitan karena kondisi cuaca di lokasi kejadian tidak mendukung dan gelap,” kata Yoni, Juma’at (21/2/2025).
Pencarian korban dilakukan pada hari Kamis 20 Februari 2025. Menurut Yoni, Basarnas membagi tiga satuan regu (Sru) untuk melakukan penyisiran. Sru 1 menggunakan perahu Jukung untuk melakukan pencarian di perairan mulai dari lokasi kejadian hingga Pantai Ngliyep dan Sru 2 melakukan penyisiran darat sepanjang garis pantai, mulai dari Kondang merak hingga pantai Selok serta Sru 3 melanjutkan penyisiran dari Selok hingga Rantai Pulung.
“Untuk penyisiran garis pantai, ada sekitar 7 kilometer, karena Kondang Merak-Selok sekitar 3-4 kilometer, demikian juga dengan Selok-Rantai Pulung,” ujar Yoni.
Pencarian korban berlangsung hingga pukul 16.00 WIB, namun hasilnya nihil. Yoni menyatakan bahwa Basarnas akan melakukan pemetaan pencarian dan evaluasi dari hasil pencarian hari itu.
“Berdasarkan SOP, pencarian akan dilakukan selama 7 hari sejak kejadian, kecuali jika sebelum batas waktu ditemukan, maka akan dilakukan penutupan atas kasus tersebut,” kata Yoni. (Prayitno)***
Tinggalkan Balasan