Krusial — Wall Street, pasar keuangan di Amerika Serikat (AS), menarik rencana investasi kepada China lantaran ketidakpastian regulasi ekonomi di bawah Presiden AS Donald Trump, melansir laporan Bloomberg, Senin (17/2/2025).

Bank-bank di Wall Street yang pernah mengeluarkan miliaran dolar ke China kini telah mengurangi staf, menutup unit, dan bersiap untuk menarik diri karena pembatasan AS yang semakin ketat.

Adapun, perang dagang dan balasan tarif Trump berpotensi mempersulit perusahaan-perusahaan besar di Wall Street. Bahkan, China bisa menutup akses ke keuangan terhadap AS.

Tindakan keras pemerintah AS terhadap investasi di China telah membuat bank-bank di Wall Street berlomba-lomba untuk mencari tahu apa yang masih bisa mereka lakukan.

Pasalnya, jika diproyeksikan, total eksposur Wall Street terhadap China mencapai U$45 miliar, dengan laba tahunan hampir US$9 miliar di tahun 2030 mendatang.

Sementara Wall Street perlahan melemah, saham-saham China justru meroket. Analis Goldman Sachs, Morgan Stanley, JPMorgan, dan UBS bahkan telah menaikkan target mereka untuk saham-saham China, terutama kepada kecerdasan buatan (AI) DeepSeek dari China.

Kekhawatiran bank-bank Wall Street ini cukup terlihat, para eksekutif mengakui bahwa tidak ada negara lain yang bisa menggantikan kekuatan pasar China.***