Krusial — James Miller, ahli hipnoterapi asal Carolina Selatan, mengklaim bisa membantu investor yang lupa kode keamanan wallet Bitcoin mereka. Ia bahkan mengklaim bisa membantu menemukan perangkat penyimpanan yang salah tempat.

“Saya telah mengembangkan kumpulan teknik. yang memungkinkan orang untuk mengakses kenangan lama atau melihat barang-barang yang mereka simpan di tempat yang tidak seharusnya,” ujar Miller seperti dikutip CNBC, Senin (17/2/2025).

Miller mengenakan biaya seharga satu Bitcoin ditambah 5% dari jumlah yang dipulihkan untuk jasanya.

Kehilangan wallet Bitcoin juga dialami James Howell, investor asal Inggris yang punya 8.000 Bitcoin senilai US$872 juta. Ia menambang Bitcoin di laptop pribadinya pada 2009, namun komputernya rusak pada 2013.

Howell tetap menyimpan hard drive untuk berjaga-jaga jika suatu saat nanti Bitcoin menjadi sangat berharga. Namun, saat membersihkan rumahnya tahun itu, ia secara tidak sengaja memasukkan hard drive tersebut ke dalam tempat sampah di South Wales.

Pria tersebut akhirnya mencari di tempat pembuangan sampah, yang kabarnya memiliki 350.000 ton sampah, tetapi Dewan Kota Newport tidak mengizinkannya. Sebab, tempat pembuangan tersebut tidak terbuka untuk umum, dan masuk tanpa izin akan dianggap sebagai tindak pidana.

Tak kalah nahas, jurnalis asal AS Mark Frauenfelder menulis kata sandinya di selembar kertas berwarna oranye pada bulan Januari 2017, dan pergi berlibur ke Tokyo pada bulan Maret. Namun, usai tiba di rumah ia menyadari bahwa kertas oranye miliknya tidak ditemukan.

Ternyata, pembersih rumah yang ia sewa saat berlibur telah membuang secarik kertas itu. Akhirnya, Frauenfelder mencoba memasukkan sandi yang ada di ingatannya, namun upayanya tak berhasil.

Frauenfelder menghubungi seseorang yang ahli Bitcoin agar dapat memberinya petunjuk cara meretas brankas alias walletnya tersebut.***