Krusial | Jakarta – Sejumlah pegawai kementerian/lembaga mengeluhkan kendala penurunan performa Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi (SAKTI). Diketahui, SAKTI merupakan aplikasi sarana bagi satuan kerja dalam mendukung implementasi Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN).

Adapun aplikasi ini mencakup seluruh proses pengelolaan keuangan negara pada satuan kerja. Dimulai dari proses penganggaran, pelaksanaan, hingga pelaporan.
“Error, susah diakses, lemot juga. Jadi saat buka mau pakai aplikasinya harus ektra sabar,” kata staf kementerian yang tidak mau disebutkan namanya, kepada RRI, di Jakarta, Jum’at (14/2/2025).

Terlebih di tengah efisiensi yang saat ini diterapkan pemerintah, lanjut dia, membuat proses eksekusi pencairan anggaran pun menjadi terkendala. “Kita mau eksekusi blokir efisiensi anggaran susah karena lemot,” ujarnya.

Tak hanya itu, lanjut dia, terkendalanya aplikasi ini juga membuat proses pergantian uang persediaan (GUP) juga menjadi terhambat. “Jadi susah deh semuanya, karena lemot ini,” ucapnya.

Pantauan dari laman https://hai.kemenkeu.go.id/news/posts/info-informasi-aplikasi-sakti-hari-jumat-14-februari-2025 terpantau adanya informasi terkait penurunan kendala tersebut. Aplikasi SAKTI yang telah dikembangkan sejak tahun 2015 ini mengintegrasikan seluruh aplikasi satker yang ada.

“Kami mohon maaf atas kendala yang terjadi pada aplikasi SAKTI dalam beberapa hari terakhir. Saat ini, tim teknis terus bekerja secara intensif untuk memulihkan dan mengoptimalkan performa aplikasi agar segera kembali normal,” tulis informasi dalam laman hai.kemenkeu.

  • Dalam laman itu juga tertulis, berbagai menu pada SAKTI dilakukan penutupan sementara. Di antaranya:
    Menu ADK Supplier (KPPN).Menu ADK Kontrak (KPPN)
  • Monitoring ADK Supplier dan Kontrak (KPPN)
  • Menu Proses SPM pada Kepala Seksi PD (KPPN). Mohon dipastikan kembali SPM yang ditolak pada user operator KPPN tidak dilanjutkan prosesnya ke SPAN.

“Kami memahami bahwa gangguan ini berdampak pada kelancaran proses administrasi keuangan. Kami sangat menghargai kesabaran serta kerja sama dari seluruh pengguna,” tulis laman tersebut.

Meski demikian, jangka waktu penutupan menu ini, lanjut laman tersebut, bersifat sementara. Di mana nantinya akan dilakukan evaluasi dan dibuka kembali setelah sistem berjalan normal.

“Selanjutnya, kami akan terus memberikan informasi terkini mengenai perkembangan perbaikan ini. Jika terdapat pertanyaan lebih lanjut, silakan menghubungi layanan contact center HAI-DJPb,” tulis laman tersebut.***