Krusial — Pasar Asia Pasifik anjlok pada perdagangan, Senin (03/02/2025) usai Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjatuhkan tarif 25% pada Kanada dan Meksiko, dan 10% ke China.

Indeks Hang Seng Hong Kong turun 1,23% pada pembukaan, diikuti dengan indeks S&P/ASX 200 Australia turun 1,61%. Di sisi lain, pasar saham China masih tutup karena liburan Tahun Baru Imlek.

Saham Asia Timur mengalami penurunan yang lebih drastis dengan indeks Nikkei 225 Jepang turun 1,99%, diikuti dengan Topix kehilangan 1,87%, selanjutnya Kospi Korea Selatan turun 2,52%, dan Kosdaq 2,79%.

Terpantau, perdagangan IHSG minggu lalu ditutup menguat ke level 7.109. IHSG menguat 35,72 poin atau setara 0,50%. Direktur Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus memprediksi IHSG berpotensi melemah terbatas dengan support dan resistance di level 7.070 sampai 7.200.

Naasnya, hukuman tarif itu membuat aktivitas pabrik di China melemah. PMI manufaktur Caixin, salah satu dari dua indeks manufaktur utama dari China kini berfokus pada perusahaan-perusahaan kecil dan berorientasi ekspor.

Pesanan ekspor baru menyusut di Vietnam selama tiga bulan berturut-turut. Kontraksi juga dialami oleh Jepang, Malaysia dan Thailand, sementara saham chip dan elektronik di Taiwan anjlok.

Meski begitu, Korea Selatan, Indonesia, dan Filipina yang mencatatkan peningkatan aktivitas ekspor di tengah gejolak ini.***