Krusial | Jakarta – Pasar kripto melesat dalam 24 jam terakhir. Harga Bitcoin loncat ke level US$ 103 ribu usai pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Kamis (30/1/2025) pukul 6.40 WIB, kapitalisasi pasar kripto global melesat 2,91% menjadi US$ 3,52 triliun dalam 24 jam. Kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) melesat 2,44% dalam 24 jam terakhir. Saat ini, harga Bitcoin di level US$ 103.744 per koin atau setara Rp 1,68 miliar (kurs, Rp 16.245).

Penguatan juga terjadi pada Ethereum (ETH) sebesar 1,17% menjadi US$ 3.112 per koin. Sedangkan Binance (BNB) terkerek 0,96% menjadi US$ 667 per koin.

Dikutip dari CoinDesk, The Fed mempertahankan suku bunga acuannya dalam kisaran 4,25%-4,50% dalam keputusan terbarunya, Rabu (29/1/2025). Ini menjadi kali pertama The Fed menahan laju pemangkasan suku bunga sejak mulai melonggarkan kebijakan pada September lalu.

Dalam pernyataan resmi, The Fed mencatat bahwa tingkat pengangguran telah stabil di level rendah, sementara inflasi masih tetap tinggi. Pernyataan tersebut cenderung lebih hawkish karena menghapus referensi sebelumnya yang menyebutkan adanya ‘kemajuan’ dalam mencapai target inflasi 2%.

Setelah pengumuman The Fed, harga Bitcoin (BTC) sempat turun ke US$ 101.800 karena nada hawkish dalam kebijakan yang diumumkan. Saham-saham AS juga melemah lebih dalam, dengan Nasdaq turun 1,1% dan S&P 500 merosot 0,9%.

Perhatian The Fed

Dalam konferensi pers pasca keputusan suku bunga terbaru, Powell menekankan bahwa perubahan bahasa dalam pernyataan kebijakan terkait inflasi tidak dimaksudkan untuk memberikan sinyal tertentu.

Pasca pernyataan tersebut, Bitcoin berbalik menguat, dengan Bitcoin naik kembali di atas US$ 103 ribu pada akhir konferensi pers.

source: investor.id