Krusial | Banda Aceh – Masyarakat petani di Provinsi Aceh kembali bergairah membudidaya tanaman nilam, terutama di wilayah pesisir pantai Barat Selatan Aceh (Barsela). Dampaknya, harga bibit nilam naik dari Rp200/batang menjadi Rp300-Rp400/batang.
Tinggi minat masyarakat setempat mengembangkan tanaman ini, menyusul membaiknya harga minyak nilam dalam setahun terakhir hingga Rp2,3 juta perkilogramnya. Saat ini, harganya stabil pada kisaran Rp1,7 juta perkilogramnya.
“Saya sudah setahun lalu menekuni usaha budidaya nilam, saat harga minyak nilam masih Rp500.000-Rp700.000/kg. Saya yakin harga nilam akan naik kembali,” kata Tgk. Razuan, petani nilam di Aceh Jaya, pada Rabu, 25 Desember 2024.
Razuan mengakui telah menikmati harga puncak minyak nilam Rp2,3 juta/kg, namun hanya bertahan beberapa bulan dan turun kembali menjadi Rp1,7 juta/kg.
“Jika harga nilam bertahan Rp1-Rp1,5 juta/kg, petani sudah menguntungkan. Apalagi jika mencapai Rp2 juta/kg,” kata dia.
Razuan mengimbau masyarakat Aceh kembali terjun ke bisnis budidaya nilam karena nilai ekonomisnya besar dan minyak nilam bisa disimpan lama.
Sementara itu, pedagang nilam di Aceh Barat Daya, Ali mengatakan, minyak nilam bisa disimpan 10 tahun dan kualitasnya tidak berubah.
Ali mengakui minat masyarakat Barsela tinggi dalam budidaya nilam.
“Di Aceh Selatan dan Abdya, hampir seribu hektar kebun nilam dibudidaya. Saya perkirakan produksi nilam Aceh akan meningkat,” kata dia.
Maraknya budidaya nilam di Barsela mempengaruhi harga bibit nilam. Harga bibit naik dari Rp200/batang menjadi Rp300-Rp400/batang.
“Naiknya harga bibit nilam karena lonjakan permintaan. Maka, wajar jika harga naik,” tandas Ali.***
Tinggalkan Balasan