Krusial | Jakarta – Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025 telah dirilis, mengungkap alokasi anggaran untuk berbagai kementerian dan lembaga. Salah satu temuan yang menarik perhatian adalah alokasi anggaran untuk Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang melampaui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Anggaran Polri Salip Pendidikan Data yang dirilis menunjukkan bahwa alokasi anggaran untuk Polri pada tahun 2025 mencapai Rp126,02 triliun, sementara anggaran Kemendikbudristek hanya sebesar Rp83,18 triliun.

Hal ini berarti, anggaran yang dialokasikan untuk menjaga keamanan negara justru lebih besar dibandingkan anggaran yang dialokasikan untuk pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan.

Anggaran Kementerian/Lembaga Terbesar di RAPBN 2025.

1. Kementerian Pertahanan
Outlook 2024: 175.112,7
RAPBN 2025: 165.163,7

2. Kepolisian Republik Indonesia
Outlook 2024: 123.536,1
RAPBN 2025: 126.020,3

3. Kementerian Kesehatan
Outlook 2024: 93.255,3
RAPBN 2025: 90.605,8

4. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Teknologi
Outlook 2024: 92.822,2
RAPBN 2025: 83.187,8

5. Kementerian Agama
Outlook 2024: 70.411,5
RAPBN 2025: 78.018,7

6. Kementerian Sosial
Outlook 2024: 76.242,6
RAPBN 2025: 77.188,0

7. Kementerian PUPR
Outlook 2024: 164.566,7
RAPBN 2025: 75.632,3

8. Kementerian Keuangan
Outlook 2024: 67.395,8
RAPBN 2025: 53.195,4

9. Kementerian Perhubungan
Outlook 2024: 38.886,9
RAPBN 2025: 24.766,0

10. Kejaksaan Republik Indonesia
Outlook 2024: 16.894,5
RAPBN 2025: 23.276,1

Untuk informasi lebih jelas dan rinci terkait anggaran untuk seluruh Kementerian/Lembaga, silakan akses link berikut untuk mengetahui Nota Keuangan RAPBN 2025 –> KLIK DDISIN

Alokasi anggaran yang tidak seimbang antara sektor keamanan dan pendidikan menjadi sorotan publik. Hal ini memunculkan pertanyaan mengenai prioritas pembangunan nasional dan dampaknya terhadap masa depan bangsa.

Alokasi anggaran yang tidak seimbang antara sektor keamanan dan pendidikan menjadi sorotan publik. Hal ini memunculkan pertanyaan mengenai prioritas pembangunan nasional dan dampaknya terhadap masa depan bangsa.

Pemerintah perlu memberikan penjelasan yang lebih rinci mengenai alasan di balik alokasi anggaran ini dan memastikan bahwa anggaran yang dialokasikan untuk pendidikan dapat digunakan secara efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.***

source: pikiranrakyat.com