Krusial | Aceh Selatan – Tgk Amran SH, Kandidat Bupati Aceh Selatan adalah Ketua Partai Politik terkuat di Aceh Selatan dengan bukti di Pemilu 2019 dan Pemilu 2024 Berdasarkan suara terbanyak, maka PNA adalah partai politik pemenang pemilu legislatif di Kabupaten Aceh Selatan.
Juru bicara (Jubir) Tim AMAL, T. Sukandi, mengatakan, Tgk Amran adalah seorang sosok yang tidak pernah menyombongkan diri, beliau juga adalah sosok yang sangat penyabar, meskipun beliau di rendahkan setiap hari oleh para lawan-lawan politiknya.
Walaupun terkadang para pendukung AMAL dengan terpaksa menahan marah atas perlakuan lawan politik yang selalu saja memfitnah Tgk Amran setiap saat, akan tetapi Tgk Amran selalu saja melarang dengan tegas para pendukungnya tidak membolehkan sekalipun membalas semua hal yang tidak baik yang di lakukan oleh para pihak lawan politik, begitu dengan hal yang tidak baik pula.
“Terkesan Tgk Amran adalah orang yang baik, sangat sederhana dalam sikap dan penampilannya, boleh jadi karena beliau adalah seorang ulama,” kata T. Sukandi.
Akan tetapi, kata Sukandi, fakta yang tidak dapat terbantahkan bahwa ternyata Tgk Am panggilan akrab beliau adalah ketua PNA partai politik terkuat di Aceh Selatan, terbukti di pemilu legislatif 2019 dan di pemilu legislatif 2024.
Menurutnya, PNA adalah partai politik pemenang pemilu legislatif berdasarkan suara terbanyak yang mendapat terbanyak pula jumlah kursi di DPRK yang mengantarkan dua periodisasi kader PNA menjadi ketua DPRK Aceh Selatan.
Demikian juga sebagai mantan bupati Aceh Selatan dimasa pemerintah Tgk Amran di 2021, 2022 dan di 2023 APBK Aceh Selatan rata-rata 1, 4 T per tahun menjadi anggaran pendapatan dan belanja daerah tertinggi di pantai barat selatan di bandingkan dengan kabupaten/kota lainnya, sebagai pembanding APBK Aceh Singkil 800 M, Subulussalam 700 M, Nagan Raya 1, 2 T, Abdya 1 T dan Simeulue 800 M.
Fakta dan bukti lainnya bahwa Aceh Selatan di masa pemerintah Tgk Amran sejak negara Republik Indonesia merdeka, di kabupaten Aceh Selatan beliau adalah satu-satunya bupati yang memberikan santunan kematian 5 juta per jiwa yang sudah tersalurkan 5.707 jiwa dengan jumlah Rp, 28.535.000.000.
Sebagai data Pembanding, Aceh Singkil, Subulussalam dan Simeulue tidak ada bantuan sosial santunan kematiannya, sementara Abdya santunan kematiannya di berikan berdasarkan klasifikasi, bila yang meninggal dunia orang tua di berikan 5 juta per jiwa, yang berumur 6 s/d 25 tahun santunan kematiannya 3 juta per jiwa dan untuk anak balita di santuni 2,5 juta per jiwa, itu-pun di masa bupati Akmal Ibrahim sementara di masa Pj bupati Darmansah dua kali di Abdya sudah tidak ada lagi santunan kematiannya demikian juga di Nagan Raya santunan kematiannya hanya di berikan 2 juta per jiwa kepada anak-anak bayi saja bila mereka meninggal dunia.
“Bupati Tgk Amran juga telah banyak membangun infrastruktur jalan tani, saluran irigasi, rumah kaum duafa, sarana kesehatan dan lain sebagainya karena terlalu banyak bila disebutkan dan dituliskan satu persatu yang pasti semua data ini terdokumentasi dengan baik valid dan akurat,” ujar T. Sukandi.
Keberhasilan Tgk Amran lainnya sebagai bupati Aceh Selatan telah menyalurkan puluhan milyar anggaran bantuan untuk UMKM ke masyarakat Aceh Selatan dengan jumlah ribuan orang penerima manfaat bantuannya, demikian juga beliau telah menyalurkan kepada ribuan orang penerima bantuan untuk beasiswa mahasiswa dan para santri yang kurang mampu yang punya kreteria berprestasi serta bantuan itu di salurkan berturut-turut selama priode Tgk Amran menjadi bupati defenitif Aceh Selatan.
Demikian juga dengan TC, TPP dan TBK serta honor para honorer di berikan penuh 12 bulan selama satu tahun anggaran, secara berturut-turut meskipun ada keterlambatan bayar akan tetapi semua itu dapat di tunaikan di masa kepemimpinan beliau jadi bupati Aceh Selatan, tunjangan profesi para dokter spesialis RSUD YA tetap terbayarkan secara penuh setiap bulannya.
Bila APBK Aceh Selatan devisit di akhir masa jabatan Tgk Amran di 2023, maka semua devisit itu adalah utang pemerintah bukan utang pribadi karena di masa pemerintah sebelumnya juga telah meninggalkan utang pada Pemerintah Tgk Amran bupati Aceh Selatan, sementara sebagai pembanding devisit APBN Republik Indonesia saja di akhir tahun 2023 berjumlah 347, 6 Triliun rupiah.
Bahwa prestasi bupati Aceh Selatan Tgk Amran sangatlah banyak sehingga terbukti Tgk Amran banyak menerima penghargaan baik penghargaan ditingkat provinsi maupun penghargaan di tingkat pemerintah pusat yang jumlahnya puluhan penghargaan yang di terima Pemda Aceh Selatan yang tidak dapat di urai secara satu persatu via media ini yang jelas semua penghargaan itu terarsipkan dengan baik yang dapat di jadikan dokumentasi bagi pemerintah kabupaten Aceh Selatan dan semua data valid dan akurat ini juga dapat di jadikan sebagai bahan pembanding untuk kita semua.
“Kapasitas saya juga sebagai mitra diskusi Pemda Aceh Selatan di bidang pembangunan dan pengelolaan keuangan daerah sejak 25 tahun yang lalu s/d sekarang ini dan saya juga adalah ketua Forum Bedah Desa Nasional (FBDN) Indonesia dari seluruh kabupaten tertinggal di seluruh Indonesia sejak 2014 hingga sekarang,” pungkasnya.***
Tinggalkan Balasan