Krusial | Aceh Selatan – Konflik gajah sudah sangat sering di suarakan, bahkan beberapa kali bersama masyarakat kami datangi kantor BKSDA dan bertemu Kepala BKSDA.

“Terkhir Saya Mendengar Pj Bupati Cut Syazalisma juga sudah berjumpa Dirjen di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bahkan sudah dilakukan diskusi bersama Pemkab Aceh selatan, Camat dan BKSDA,” kata Anggota DPRK Aceh Selatan Komisi I, Adi Samridha S.Pd.i. pada Rabu, 21 Agustus 2024.

Lebih lanjut, tapi sejauh ini tidak nampak ada upaya yang serius. “Buktinya sampai pagi tadi gajah masih merusak tanaman Masyarakat dan Mengancam Keselamatan Warga,” kata Adi Samridha.

Tentunya Sikap BKSDA Aceh sangatlah kita sayangkan, bertahun Konflik gajah ini telah merusak puluhan hektar tanaman Warga.

“Tidak ada solusi yang kongkrit, Padahal masyarakat bergantung hidup pada hasil pertanian, tapi BKSDA seakan-akan membiarkan saja masyarakat untuk terus di hancurkan dengan keganasan Gajah,” ungkapnya.

Kita berharap sesegera mungkin BKSDA melakukan tindakan yang jelas bukan hanya janji manis, sudah sangat lelah dan merugikan Masyarakat.

“Kita sangat berharap pihak BKSDA serius menangani kasus konflik satwa liar dengan manusia di Aceh Selatan di wilayah Kecamatan Trumon Timur dan Kluet Tengah kerap dilaporkan beberapa bulan terakhir ini,” tukasnya.***