Krusial | Aceh Selatan – Fakta mengejutkan datang dari hasil survei Partai Golkar tahap 2 yang dilakukan Lembaga Survei Indikator, dimana dari hasil survei tersebut Darmansah mampu menggeser posisi H. Mirwan yang sebelumnya berada di posisi teratas.
Lihat saja, dari hasil survei Indikator menempatkan mantan Pj Bupati Abdya tersebut di posisi pertama dengan angka 29.1 persen, H. Mirwan 25.5 persen dan Tgk.Amran 15.1 persen.
Padahal pada survei sebelumnya yang dilakukan Poltraking, menempatkan H. Miwan pada posisi pertama dengan angka 35.2 persen, Hendri Yono 17.5 persen, Darmansah, 16.7 persen dan Tgk.Amran 13.8 persen.
Begitupun, selisih antara H. Mirwan dengan bakal calon Bupati lainnya pun terpaut sangat jauh sekali.
Pemerhati Sosial Politik Aceh, Hendra Saputra saat dihubungi Krusial mengatakan pergeseran hasil survei tahap 2 yang dilakukan Partai Golkar melalui lembaga Indikator itu terjadi karena para bakal calon Bupati Aceh Selatan sudah mulai melakukan sosialisasi dan konsolidasi di lapangan.
Sebab, pada saat Poltraking melakukan survei pada medio Mei-Juni 2024 lalu, hanya H. Mirwan yang aktif melakukan sosialisasi dan konsolidasi di lapangan. Disisi lain, pengalaman H. Mirwan pernah menjadi calon Bupati Aceh Selatan 2018 menjadikan namanya masih dikenal oleh masyarakat Aceh Selatan.
Namun pada medio Juli-Agustus 2024 para bakal calon Bupati Aceh Selatan seperti Darmansah, Tgk. Amran, Hendri Yono dan Edi Saputra sudah mulai melakukan sosialisasi dan konsolidasi di lapangan.
Apalagi Darmansah dengan jargon IDAMAN jauh-jauh hari sudah mendeklarasikan diri dan melakukan kerja-kerja politik dalam upaya pemenangan Pilkada Aceh Selatan 2024.
Hal itu dapat dilihat dari dipasangnya spanduk dan baliho pasangan IDAMAN hampir di seluruh Kecamatan dalam Kabupaten Aceh Selatan.
“Jika melihat hasil survei Indikator, dimana terjadi perubahan yang sangat signifikan antara hasil yang diiris Poltraking beberapa waktu lalu, ini membuktikan bahwa para bakal calon Bupati Aceh Selatan sudah mulai melakukan sosialisasi dan konsolidasi di lapangan, sehingga terjadi perubahan dan pergeseran hasil survei,” kata Hendra Saputra.
Lebih lanjut, mantan Ketua Panwaslih Kabupaten Aceh Selatan ini menjelaskan selain perubahan hasil yang sangat signifikan, selisih antara satu calon dengan lainnya pun tidak terlalu jauh. Padahal Jika melihat hasil survei Poltraking selisih antara H.Mirwan dengan calon lainnya terpaut jauh sekali.
“Jika kita lihat selisih antara Darmansah dan H. Mirwan di survei Indikator ini hanya 4 persen, sementara pada survei yang dilakukan Poltraking selisih antara H. Mirwan dan Darmansah hampir mencapai 19 persen, ini membuktikan bahwa Darmansah dalam kurun waktu 2 bulan ini sudah melakukan kerja kerja pemenangan di lapangan,” kata Hendra Saputra.
Begitupun, pendiri Komunitas Penulis Muda Aceh Selatan (KPM-AS) ini menyebutkan hasil survei yang tinggi belum tentu menjadi jaminan untuk menang. Namun, hasil survei dapat menjadi tolak ukur bagi calon dan tim pemenangan untuk melakukan analisis SWOT dan kerja pemenangan di lapangan.
“Memang hasil survei yang tinggi tidak menjadi jaminan bagi calon Bupati dan Wakil Bupati untuk menang, tapi hasil survei bisa menjadi acuan dan tolak ukur dalam melakukan konsolidasi dan pemenangan di Pilkada Aceh Selatan mendatang, dan tidak tertutup kemungkinan juga yang hasil survei nya rendah akan menjadi pemenang,” tukas Hendra Saputra.***
Tinggalkan Balasan