Krusial | Aceh Selatan – Pilkada Aceh Selatan 2024 hanya menghitung hari, sekitar seratus hari lagi. Namun, geliat dan eforia politik di Kabupaten Aceh Selatan sudah mulai nampak. Para bakal calon Bupati yang akan bersaing di Pilkada mendatang sudah mulai pasang kuda-kuda dan menyusun strategi pemenangan.
Informasi yang diperoleh Krusial, Kamis 08 Agustus 2024, salah satu bakal calon bupati dan wakil bupati Aceh Selatan yang sudah mulai melakukan sosialisasi dan konsolidasi adalah H.Edi Saputra dan Teungku Razuan.
Pasangan dengan singkatan ERA ini merupakan kolaborasi pengusaha dan politisi yang kalau digabungkan akan menjadi kekuatan baru menuju Aceh Selatan maju.
H.Edi Saputra misalnya, dengan latar belakang pengusaha yang memiliki relasi dan jaringan ke kementerian dan pemerintah pusat, diharapkan mampu membawa perubahan di Kabupaten Aceh Selatan.
Sebab, jika hanya berharap dari APBK saja, maka akan kesulitan untuk dapat membangun dan memajukan daerah dikarenakan keterbatasan anggaran APBK yang tersedia.
Lalu, Teungku Razuan dengan pengalaman dalam bidang politik diharapkan mampu membangun hubungan yang baik dan harmonis antara eksekutif dan legislatif sehingga terwujudnya pemerintah Aceh Selatan yang saling mendukung antara eksekutif dan legislatif untuk mewujudkan Aceh Selatan Maju.
Pengalaman pernah menjadi Sekretaris Partai Daerah Aceh (PDA) menjadi modal bagi Teungku Razuan untuk membangun komunikasi lintas sektoral dalam rangka membangun Aceh Selatan kedepan.
Jika melihat realitas kondisi Aceh Selatan saat ini, dibutuhkan pemimpin yang memiliki relasi ke atas dan mengakar kebawah. Artinya, sosok H. Edi Saputra nilai mampu untuk melakukan lobi ke pusat dan kementerian, sementara sodok Teungku Razuan dinilai memiliki jaringan dan relasi yang mengakar ke bawah.
Sehingga, pasangan Edi Saputra – Teungku Razuan (ERA) ini di prediksi mampu menjawab tantangan dan persoalan yang dihadapi Aceh Selatan saat ini.
Begitupun, pasangan ERA diharapkan mampu mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat melalui penguatan usaha kecil dan menengah (UMKM) dan meningkatkan Penghasilan Asli Daerah (PAD) melalui sektor-sektor strategis yang ada di Kabupaten Aceh Selatan.***
Tinggalkan Balasan