Krusial | Aceh Selatan – Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan menggelar acara Kick Off Intervensi Serentak Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Kabupaten Aceh Selatan, Kegiatan tersebut berpusat di Gampong Batee Tunggai, Kecamatan Samadua, pada Jum’at, 28 Juni 2024.

PJ Bupati Aceh Selatan Cut Syazalisma, S.STP dalam sambutannya yang diwakili oleh Plh Asisten III Suhatril, SH., MH mengatakan, pemerintah pusat telah menyusun langkah-langkah strategis dalam upaya percepatan penurunan stunting.

Salah satunya melalui Peraturan Presiden RI Nomor 72 Tahun 2021 Tentang Percepatan Penurunan Stunting, untuk kemudian diterapkan oleh seluruh pemerintah daerah, agar penurunan angka stunting di Indonesia dapat berjalan optimal.

“Beberapa waktu yang lalu, hal ini kembali dipertegas oleh wakil presiden republik Indonesia melalui arahan pada rapat tingkat menteri yang berlangsung di bulan Maret tahun 2024. Bahwasanya, penurunan dan intervensi serentak pencegahan stunting menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan. Untuk memastikan cakupan layanan pengukuran lebih luas, deteksi dini masalah gizi dan kesehatan, serta intervensi yang tepat sasaran dan efektif kepada sasaran yang memiliki resiko stunting disertai pelaksanaan monitoring dan evaluasi,” kata Suhatril.

Pada kesempatan ini, kata Suhatril, kami menyampaikan kembali pentingnya koordinasi dan berkolaborasi dalam upaya percepatan penurunan stunting. Hal ini melibatkan seluruh unsur yang ada.

“Mulai dari tingkat gampong yakni Keuchik, Bidan Desa, Petugas Gizi, Petugas KB, Tim Pendamping Keluarga, Kader Pembangunan Desa, tak terkecuali seluruh masyarakat yang di gampong tersebut, untuk saling peduli dalam menyelusuri dan menemukan bayi atau balita yang beresiko stunting, agar percepatan penurunan stunting dapat berjalan optimal,” tegasnya.

Kemudian Ketua PJ TP-PKK Kabupaten Aceh Selatan Bd. Yuliani Irvana, S.Ked mengatakan, perlu kita sadari bersama, bahwa kejadian stunting tidak terjadi secara tiba-tiba. Tapi dipengaruhi dari banyak hal dengan kondisi yang kurang baik dalam jangka waktu yang lama. Baik itu berupa asupan makanan, infeksi, status gizi, penyakit menular dan kesehatan lingkungan yang mempengaruhi kesiapan seorang wanita sejak menjadi calon ibu, mulai mengandung/hamil, sampai ke proses melahirkan dan pantauan tubuh kembang bayinya secara terus-menerus yang disebut 1000 hari pertama kehidupan.

Lanjutnya, hal tersebut dipengaruhi oleh faktor lainnya seperti dukungan keluarga atau suami dan sosial masyarakat, tingkat pendidikan, perbaikan pola asuh, ekonomi, ketahanan pangan keluarga, penyediaan sarana air bersih dan jamban sehat, serta tidak buang air besar di sungai atau sembarang tempat.

“Aceh Selatan termasuk salah satu kabupaten di provinsi Aceh dengan angka stunting yang tinggi, bulan pertama saya menerima tugas mendampingi bapak PJ bupati Aceh Selatan, kondisi inputan laporan status gizi anak di Aceh Selatan di bulan September 2023, itu rangkingnya dua dari belakang. Nomor 22 dari 23 kabupaten/kota se Aceh,” kata Irvana.

Pada acara tersebut diikuti Launching Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) Program Makan Dua Telur Sehari (Maduteri).

Hadir Forkopimda, Ketua Organisasi Wanita Aceh Selatan, Kepala SKPK, Camat, Muspika, Kepala Puskesmas, Ketua TP-PKK Kecamatan, Keuchik, dan seluruh anggota TPPS Kabupaten Aceh Selatan dan para undangan lainnya.***

https://pafikotapangkalankerinsi.org