Krusial | Kota Gorontalo – Warga Gorontalo yang kesulitan mencari bahan bakar untuk lampu Tumbilotohe dapat mempertimbangkan menggunakan captikus yang dicampur dengan minyak tanah.
Perbandingannya adalah 1:6 sampai 1:10, yakni satu liter minyak tanah berbanding enam sampai 10 liter captikus.
Tawaran itu disampaikan oleh Fuad Pontoiyo, dosen Teknologi Rekayasa Energi Terbarukan di Sekolah Vokasi Universitas Negeri Gorontalo (UNG).
Tumbilotohe adalah tradisi menyalakan lampu saat menjelang hari raya Idulfitri yang dilaksanakan oleh masyarakat Gorontalo. Tradisi ini tidak diketahui kapan muasalnya, tapi diperkirakan sudah ada sejak era kerajaan.
“Beberapa hari lalu saya sempat mengenalkan teknologi rekayasa energi terbarukan di UNG, dan dalam tawaran ini saya menyentil bagaimana jika kuliah di jurusan ini bisa berinovasi, salah satunya untuk menjawab bagaimana melestarikan kembali tradisi Tumbilotohe memakai lampu botol minyak (bakar),” tutur Fuad, pada Minggu, 7 April 2024.
Menurut Fuad, banyak orang yang memberikan solusi untuk menghadapi langkanya minyak tanah yang dulu digunakan sebagai bahan bakar utama lampu Tumbilotohe. Salah satunya adalah menggunakan minyak kelapa.
Tapi ada dua potensi masalah yang ditimbulkan, yaitu harga minyak kelapa yang hampir mendekati minyak tanah dan dapat merusak rantai pasok minyak kelapa di masyarakat, sehingga bisa menimbulkan inflasi.
Alternatif lainnya adalah memakai prinsip berat jenis air sabun, fanta, dan minyak kelapa. Kelemahannya ketika minyak kelapa habis, maka hal itu akan merusak sistem aliran pembakaran, dan mengakibatkan sumbu lampu botol minyak menyentuh air.
Dengan demikian sumbu lampu botol pun harus dikeringkan agar dapat digunakan kembali. Tapi cara itu juga berpotensi menyedot persediaan minyak kelapa di pasaran.
Ide lainya yakni memakai bahan bakar solar. Tapi bahan bakar ini sangat terbatas, banyak mobil diesel yang mengantre di SPBU hingga sekarang. Hasil pembakaran lampu botol mengunakan solar juga akan menyebabkan asap hitam pekat yang berdampak pada polusi udara.***
Tinggalkan Balasan