ACEH SELATAN – Hasanuddin pria paruh baya yang menjadi korban terkaman buaya di sungai Krueng Itam desa Ujung Tanoh kecamatan Trumon mengalami luka robekan yang sangat serius di bagian lengan sebelah kanan, saat ini dalam perjalanan menuju rumah sakit Yuliddin Away Tapaktuan.
Keuchik desa Ujung Tanoh Saiful Arif saat dikonfirmasi Krusial.com mengatakan, tidak mengetahui kronologi kejadian naas tersebut, namun menurut informasi yang ada bahwa saat kejadian korban sedang mencari kangkung di sungai tersebut.
“Korban saat dievakuasi TNI dan masyarakat berada diatas jembatan dalam keadaan tangan sebelah kanan terluka parah dan langsung dilarikan ke Puskesmas,” ucapnya Rabu (23/2/2022).
Ia juga berharap para pihak dapat membantu penanganan perawatan korban di RSUD Yuliddin Away sehingga benar-benar mendapatkan pelayanan yang maksimal.
Ia mengatakan, keberadaan reptil predator di sungai Krueng Itam tersebut sudah sejak lama ada, namun selama ini tidak pernah menerkam atau membahayakan masyarakat setempat.
“Jika buaya itu terlihat biasanya masyarakat langsung menghindar, demikian juga dengan buaya disitu, sehingga seingat saya tidak pernah terjadi konflik antara satwa yang dilindungi tersebut dengan masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Arif juga meminta pihak BKSDA Aceh agar dapat segera menindaklanjuti keberadaan buaya yang saat ini sudah mengancam keselamatan masyarakat sehingga tidak menimbulkan korban lainnya.
“Ini merupakan konflik pertama antara buaya dan manusia di sungai Krueng Itam, karena sudah membahayakan kami berharap agar BKSDA dapat segera menindaklanjutinya,” pinta Arif. (Safdar)
Tinggalkan Balasan