Krusial | Banda Aceh – Sejumlah peserta atau penjaga stan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-8 mengeluh terhadap makanan yang disediakan panitia. Pasalnya makanan yang disajikan dalam kemasan kotak dinilai tidak layak untuk dikonsumsi.
Salah satu penjaga stan IJTI, Fadil mengatakan makanan tersebut sangat tidak layak diberikan atau kata orang sekarang sad food.
Ia menjelaskan, makan malam yang diterimanya yaitu cuma nasi putih, tempe dan tongkol suwir. “Dan lauknya itu sangat sedikit,” kata Fadil, Minggu, 5 November 2023.
Ia menyayangkan hal tersebut, menurutnya event PKA memiliki anggaran besar tapi malah menyediakan makanan tersebut kepada penjaga stan.
“Ini kan PKA ke 8 yang diselenggarakan setiap 5 tahun sekali dan anggarannya miliaran rupiah, kalau begini kan sangat mengecewakan,” ujarnya.
Keluhan serupa juga disampaikan Putri. Makanan yang diberikan pihak panitia hanya nasi putih dan tempe namun tanpa kuah. Hal ini membuatnya enggan untuk memakan nasi kotak yang diberikan.
“Jadi saya milih tidak makan karena tidak nafsu, minimal ada kuahnya jangan nasi putih lauk kering seperti ini,” katanya.
Para peserta stan PKA Ke-8 berharap panitia lebih selektif terhadap makanan yang diberikan kepada penjaga. Selain itu, pembagian makanan juga diakui tidak tepat waktu.(*)
source: ajnn
Tinggalkan Balasan