Krusial.com | Banda Aceh – Massa mahasiswa berdemo cabut izin PT Beri Mineral Utama (BMU) di kantor Gubernur Aceh.
Massa membakar ban didepan gedung Kantor Gubernur Aceh, Kamis (31/8/2023), massa mulai membakar ban pada pukul 14.03 WIB, asap hitam mengepul persis didepan gedung utama Kantor Gubernur Aceh.
Massa kemudian duduk mengelilingi kobaran api. Angin kencang menghembus membuat api semaki membesar.
Massa juga menyanyikan lagu khas demo untuk pihak kepolisian, “pak polisi tugas mu mengayomi, pak polisi pak polisi tugas mu mengayomi” Orator menyampaikan orasi ditengah kepulan asap hitam.
Sejumlah kepolisian terlihat berjaga ketat di depan pintu utama gedung Kantor Gubernur Aceh. “Berganti ganti orasi, tapi Marzuki juga tak kunjung datang,” ucap mahasiswa demonstrasi.
Saat pihak kepolisian bernegosiasi dengan mahasiswa, sejumlah demonstran meneriaki dengan nada sinis.
“Kami mau jumpa pak Marzuki bukan Martunis,” sorak massa demo.
Aksi tersebut buntut dari tuntutan yang belum dipenuhi oleh Pemerintah Aceh pada aksi demo pertama yang dilaksanakan pada Kamis 24 Agustus 2023.
“Kami hadir lagi untuk menuntut keadilan bagi masyarakat Manggamat, Aceh Selatan,” kata Korlap Aski, Aldi, dalam orasinya.
Sejumlah poster bertuliskan tuntutan di bentang oleh mahasiswa demo didepan kantor Gubernur Aceh.
“Cabut izin tambang BMU”, “Kami mahasiswa Kluet Tengah Mendesak Pencabutan Izin Tambang Manggamat”, “Tambang Bukan Solusi Untuk Kesejahteraan Kami”.
“Hadirkan pak Marzuki kedepan kami untuk menandatangani tuntutan yang kami berikan,” ucap Aldi.
Kata Aldi, PT BMU sudah sangat meresahkan warga Manggamat. Kerusakan secara nyata terlihat dari keruhnya sumber air dan kerusakan lingkungan lainnya.
“80 ribu jiwa tak terselamatkan jika tambang itu terus beroperasi,” ungkapnya.
Selanjutnya, aksi diwarnai dengan orasi, menyanyikan lagu Ibu Pertiwi dan mengheningkan cipta.
Hal itu dilakukan bentuk dari kritikan kepada pemerintah dan kesengsaraan warga Manggamat akibat aktivitas tambang yang merusak lingkungan.
Selain itu, sejumlah kepolisian membentuk barikade barisan tepat di pintu gerbang utama gedung Kantor Gubernur Aceh.(*)
Tinggalkan Balasan