Krusial.com | Aceh Selatan – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Hendri Yono, S.Sos., M.Si angkat bicara pasca terjadinya boat nelayan karam di dermaga Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Sawang Ba’u, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Selatan pada Sabtu, 05 Agustus 2023 lalu.

Hendri mengatakan bahwa karamnya boat tersebut terjadi karena persoalan lama yang dibiarkan oleh pemerintah tanpa adanya penanganan, yaitu lokasi dermaga yang sempit hingga memaksa terjadinya desakan dan himpitan di dermaga.

“Kita sangat menyayangkan masalah ini terus berlarut sejak dari dulu dan hingga kini belum adanya tindakan dari pemerintah. Padahal kalau dari dulu masalah ini ditangani, mungkin tidak terjadi adanya kapal atau boat nelayan yang karam,” ujar Hendri, Senin (7/8/2023).

Anggota Komisi II DPR Aceh ini mengaku bahwa sebelumnya sudah pernah meminta Pemerintah Aceh untuk menganggarkan pembangunan dan perluasan dermaga tersebut. Hal itu mengingat kondisi dermaga yang sempit dan over kapasitas untuk menampung boat nelayan yang bersandar.

“Saya sudah ke lokasi melihat langsung kondisi di lapangan, dan menerima begitu banyak keluhan nelayan terkait sempitnya dermaga. Kolam dermaga PPI Sawang Ba’u memang sudah sempit dan tidak mampu lagi menampung boat-boat nelayan yang lebih kurang sebanyak 100 unit,” ujarnya.

“Selaku wakil rakyat, persoalan tersebut juga sudah kita sampaikan ke Pemerintah sejak setahun yang lalu agar segera ditangani, namun terus dibiarkan hingga sekarang. Kini kembali kami tegaskan ke pemerintah bahwa karamnya boat nelayan di PPI Sawang Ba’u membuktikan bahwa permasalahan dermaga ini sangat urgent dan harus segera diselesaikan, jangan sampai hal serupa terjadi lagi dan menimbulkan korban jiwa,” tegas dewan yang juga putra Aceh Selatan ini.

Oleh karena itu, Hendri meminta Pemerintah Aceh agar segera menganggarkan anggaran untuk pembangunan dan perluasan PPI Sawang Ba’u sehingga persoalan tersebut dapat diatasi dan tidak lagi berlarut-laut.

“Agar nelayan tidak lagi terancam akan keselamatan saat mencari nafkah dan nyaman saat menyandarkan boat nya. Apalagi masyarakat di kawasan Sawang banyak yang menggantungkan hidup di sektor laut,” pungkas Hendri Yono.