Krusial.com | Banda Aceh – Sejumlah peserta pendaftar pelatihan jurnalistik untuk pemuda Aceh Tahun 2023 yang diadakan Dispora aceh mengaku kecewa.
Sebab terkesan tidak transparan dalam melakukan proses rekrutmen. Terdapat sejumlah kejanggalan yang dianggap curang.
Seorang calon pendaftar yang tidak ingin disebut namanya Kepada Krusial.com Rabu (5/7/2023) mengatakan, proses rekrutmennya melalui Google form mengisi sejumlah biodata dan beberapa pertanyaan basis seputar jurnalistik, bukan pertanyaan yang spesifik.
“Kejanggalan lainnya adalah, saat pengumuman terdapat dua nama yang sama di nomor urut 18 dan 25, ini tentu menjadi pertanyaan bagi pendaftar lainnya, mereka menganggap panitia tidak teliti dalam menyusun peserta yang lulus,” katanya.
Menurut pendaftar, penilaian dalam proses rekrutmen tersebut juga tidak jelas dan bahkan ada nama peserta double namanya
“Hal apa yang menjadi penilaian sehingga peserta dianggap patut lulus atau tidaknya,” ucapnya dengan penuh kesal.
Banyak pendaftar yang menumpahkan rasa kecewanya di kolom komentar Instagram Dispora aceh sejak pengumuman itu diposting sore tadi.
Sejumlah komplain dan rasa kecewa disampaikan hingga saat ini komentar yang mengandung sejumlah rasa tidak terima itu terus bertambah.
Di media sosial Instagram @dispora_aceh_ sejumlah peserta menunjukkan kekecewaannya pada kolom komentar.
“Miris melihat Dinas melakukan proses 14 perekrutan pelatihan yang sangat tidak transparan dan ketika di pertanyakan WA nya di blokir Balas,” tulis akun Instagram @haris_alqausar
“Gimana proses seleksinya? Aneh banget, kami chat admin tanya baik2 di blokir, lantas buat apa di cantumkan CP?,” kata akun Instagram @alex_dhavala
“Min apa gak boble nama no 18 dengan 25,” tambah akun @amarzaky749
Dikutip dari laman media sosial Instagram @dispora_aceh_ total pendaftaran sebanyak 880 peserta, dengan proses kriteria penilaian, terpilih sebanyak 42 peserta dan cadangan 3 peserta pada kegiatan pelatihan jurnalistik pemuda Aceh tahun 2023.
Tinggalkan Balasan