Krusial.com | Aceh Selatan – Sedikitnya 15 kamar rangkang santri Pondok Pesantren Gampong Kuta Trieng Kecamatan Labuhanhaji Barat Aceh Selatan dilalap si jago merah alias terbakar, Jumat (2/6/2023) pukul 13.30 siang hari saat santri sedang pergi salat Jumat.
Pesantren tersebut dipimpin Abu Muda Syukri. Keterangan yang diperoleh dari Kalak BPBD Aceh Selatan Zainal dan Camat Labuhanhaji Barat Tahta Amrullah, Sabtu (3/6/2023) membenarkan kejadian tersebut.
Camat Labuhanhaji Barat Tahta Amrullah menerangkan kejadian naas tersebut terjadi sekira pukul 13.30 siang pada saat santri sedang Salat Jumat di Masjid.
“Lima belas kamar rangkang satri beserta pakaian santri termasuk kitb-kitab agama ikut ludes terbakar, karena api tiba-tiba menyalak (besar-red) sehingga tidak bisa diselamatkan lagi,” ujar camat Tahta Amrullah.
Kalaksa BPBD Aceh Selatan, H.Zainal, A, SE, M.Si menyampaikan petugasnya yang berada Kecamatan Labuhanhaji begitu menerima informasi tersebut langsung turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk menjinakkan api yang sedang marak (besar) tersebut.
Dia menyebutkan asal usul api itu hasil dugaan sementara adalah konsleting listrik arus jarak pendek. Namun demikian masih dalam penyelidikan pihak kepolisian, ucap Zainal.
Zainal menambahkan dalam tragedi tersebut, alhamdulillah tidak ada korban jiwa.
Lebih lanjut Camat Tahta Amrullah menjelaskan kejadian itu Pemkab Aceh Selatan melalui Dinas Sosial dan BPBD pada Jumat (2/6/2023) malam menyerahkan bantuan panik yang diterima langsung oleh pimpinan Pompes Nur Yaqdha, Abu Muda Syukri.
Camat menambahkan, bantuan juga ada dari Masyarat Labuhanhaji Barat (MALABAR) yang berada di Jakarta, sebutnya.
Tinggalkan Balasan