Krusial.com- Berbicara tentang sajian kuliner khas nusantara memang tidak ada habisnya. Selalu saja ada yang menarik untuk dikupas lebih lanjut, salah satunya Bongko Kopyor. Sayangnya, kudapan tradisional asal Gresik, Jawa Timur yang populer ini kehadirannya sudah mulai langka. 

Namun, bagi para pecinta kuliner keberadaan makanan yang satu ini selalu dinantikan. Terutama, saat bulan puasa Ramadhan tiba. Bongko Kopyor kerap kali menjadi takjil favorit umat Islam yang selalu diburu untuk berbuka puasa di rumah bersama keluarga tercinta.Biar nggak penasaran lagi, kamu bisa menyimak penjelasan berikut ini secara lengkap! 

Apa Itu Bongko Kopyor?

Bagi masyarakat Gresik, tentu Bongko Kopyor sendiri sudah sangat familiar sekali. Namun, bagi para wisatawan tentu makanan ini sangat asing terdengar di telinga. Tidak jarang muncul pertanyaan seperti “Bongko Kopyor itu apa?”

Bongko Kopyor merupakan sejenis jajanan tradisional yang hadir sebagai takjil, terutama saat bulan Ramadhan tiba atau acara adat tertentu. tiba. Kuliner asal Gresik, Jawa Timur ini memiliki cita rasa yang manis, segar, legit, dan gurih dengan aroma daun pisang yang khas. 

Salah satu ciri khas dari Bongko Kopyor adalah penggunaan kelapa kopyor dengan tekstur daging yang lebih kenyal dan lunak. Selain itu, ada penggunaan daun pisang untuk membungkusnya. Adapun isian dari makanan manis ini antara lain serutan kelapa kopyor muda, roti tawar, pisang, bubur mutiara, nangka, dan siraman kuah santan yang telah matang. 

Uniknya, makanan ini bisa bertahan hingga 30 jam lamanya. Hal ini karena tidak ada penggunaan pengawet sama sekali pada Bongko Kopyor tersebut. Walaupun sudah mulai langka, namun kamu bisa menemukannya di Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru, Kecamatan Bungah, Kecamatan Manyar, Kawasan Giri, dan Kecamatan Manyar. 

Asal-usul Bongko Kopyor

Tahukah kamu bahwa sebenarnya Bongko Kopyor tersebut adalah singkatan dari Bubur Nangka dan Kelapa Kopyor. Kata ‘bongko’ ini merujuk pada makanan yang pengemasannya menggunakan daun pisang dan dikukus sampai matang. Sedangkan, ‘kopyor’ sendiri berasal dari kelapa muda yang merupakan bahan utamanya. 

Berapa Harga Jualnya?

Untuk satu porsinya, cemilan manis ini bisa kamu dapatkan dengan membayar Rp10.000-Rp15.000 per bungkusnya. Kisaran harga jual tersebut tergantung dari ukuran dan isiannya. Kamu bisa membelinya di Pondok Permata Suci (PPS) Kecamatan Manyar, Bundaran Dukun, Gresik Kota Baru (GKB), dan Alun-Alun Sidayu. 

Filosofi Bongko Kopyor

Tak hanya menjadi makanan saja, namun bagi warga Gresik Bongko Kopyor memiliki filosofi tersendiri. Pasalnya, hidangan ini menjadi simbol dari tradisi budaya masyarakat Gresik, kebersamaan keluarga saat berbuka puasa. Selain itu, juga melambangkan rasa syukur atas nikmat yang diberikan dan kepedulian sosial. 

Proses Pembuatan Bongko Kopyor

Proses pembuatan Bongko Kopyor ini cenderung unik, berikut ini langkah-langkahnya. 

  1. Masak sagu mutiara hingga matang dan mengembang sampai warnanya berubah menjadi merah bening. 
  2. Angkat sagu mutiara yang sudah matang, lalu tiriskan. 
  3. Potong pisang sesuai selera. 
  4. Potong daun pandan dengan ukuran yang agak besar. 
  5. Potong nangka dengan ukuran kecil-kecil sesuai selera. 
  6. Serut daging kelapa muda. 
  7. Potong roti tawar. 
  8. Sisihkan semua bahan-bahan tersebut ke wadah yang berbeda. 
  9. Letakkan bahan-bahan yang sudah dipotong tersebut di atas daun pisang. 
  10. Campurkan dengan santan sedang dan santan kental.
  11. Tambahkan daun pandan, garam, dan gula pasir lalu diaduk hingga mendidih. 
  12. Tambahkan larutan tepung maizena dan aduk hingga mendidih. 
  13. Matikan kompor lalu sisihkan saus santan tersebut. 
  14. Ambil juga selembar daun pisang dengan ukuran yang cukup besar agar kuah santan tidak tumpah saat dibungkus. 
  15. Tata isian Bongko Kopyor dan tuang saus santan di bagian atasnya secukupnya.