Krusial.com — Sejumlah wilayah pesisir di barat dan selatan Aceh diprakirakan mengalami hujan dalam beberapa hari ke depan, dengan potensi petir pada waktu tertentu. Prakiraan cuaca tersebut berlaku mulai 4 Oktober 2026 hingga 10 Oktober 2026.
Berdasarkan laporan Stasiun Meteorologi Sultan Iskandar Muda (SIM) Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh, Sabtu (3/10/2026) wilayah yang masuk dalam prakiraan tersebut meliputi Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Nagan Raya dan Simeulue.
Kondisi cuaca di beberapa daerah itu bervariasi dari berawan tebal, hujan ringan hingga hujan petir pada waktu tertentu.
Prakirawan Stasiun Meteorologi SIM BMKG Aceh, Nofrida Handayani Sodik, menyebutkan prakiraan cuaca tersebut menjadi gambaran kondisi atmosfer di masing-masing wilayah dan dapat berubah mengikuti perkembangan cuaca terbaru.
“Untuk Minggu esok, Aceh Barat diprakirakan didominasi awan tebal sejak dini hari hingga siang. Hujan ringan berpotensi turun mulai siang hingga malam,” kata Nofrida kepada Krusial.
Dijelaskannya, kondisi serupa juga diprakirakan terjadi di Aceh Barat Daya, dengan hujan ringan terutama pada siang hingga malam hari.
Di Aceh Jaya, hujan ringan diprakirakan mulai muncul pada siang hingga malam, dengan potensi hujan sedang pada sekitar pukul 22.00 WIB.
Sementara Aceh Selatan diprakirakan mengalami hujan ringan pada dini hari dan kembali pada siang hingga malam.
Adapun Simeulue diprakirakan mengalami hujan petir pada sejumlah waktu, termasuk dini hari dan pagi, sebelum hujan ringan kembali berpotensi terjadi pada siang hingga sore.
“Kondisi lebih beragam diprakirakan terjadi di Aceh Singkil dan Nagan Raya. Pada Minggu dini hari nanti, kedua wilayah ini diprediksikan berpotensi mengalami hujan petir, sebelum cuaca berangsur didominasi awan tebal dan hujan ringan pada jam-jam berikutnya,” jelas Nofrida.
Lebih detail, dikatakan Nofrida, memasuki Senin 5 Oktober 2026, sebagian besar wilayah tersebut masih berpotensi mengalami hujan ringan. Aceh Singkil diprakirakan mengalami hujan sedang pada dini hari, sedangkan Simeulue juga berpotensi mengalami hujan sedang pada pagi hari.
Pada Selasa 6 Oktober 2026, pola hujan ringan masih mendominasi sejumlah wilayah. Namun, potensi hujan petir kembali muncul pada malam hari di Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan dan Nagan Raya.
Untuk periode Rabu 7 Oktober hingga Sabtu 10 Oktober 2026, prakiraan harian BMKG menunjukkan hujan ringan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah. Meliputi Aceh Barat, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Nagan Raya, Aceh Singkil dan Simeulue masing-masing masih memiliki potensi hujan pada salah satu atau beberapa hari dalam periode tersebut.
“Selain kondisi hujan, suhu udara di wilayah barat-selatan Aceh umumnya berada pada kisaran 21 hingga 32 derajat Celsius. Kelembapan juga relatif tinggi, terutama pada malam hingga pagi hari,” ujar Nofrida.
BMKG melalui prakiraan dasarian I Oktober sebelumnya menempatkan Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya dan Aceh Singkil sebagai wilayah yang diprediksi mengalami curah hujan kategori tinggi, yakni 150–300 milimeter per dasarian.
Nagan Raya juga tercatat dalam peringatan dini curah hujan tinggi BMKG untuk dasarian I Oktober 2026 dengan status waspada.
Menurut Nofrida, kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan masyarakat, khususnya di wilayah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas lebih tinggi maupun disertai petir. Masyarakat diimbau tetap memperhatikan perkembangan informasi sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.
“Untuk masyarakat, terutama yang beraktivitas di luar ruangan, agar tetap memantau informasi dan peringatan dini cuaca dari BMKG. Kondisi cuaca dapat berubah dengan cepat, sehingga informasi terbaru perlu menjadi perhatian,” kata Nofrida.
Ia mengatakan prakiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG merupakan gambaran berdasarkan kondisi atmosfer saat informasi diterbitkan. Karena itu, pembaruan prakiraan tetap diperlukan untuk mengetahui perkembangan cuaca di masing-masing wilayah.
“Prakiraan ini dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi atmosfer. Jadi masyarakat diharapkan terus mengikuti informasi terbaru yang kami keluarkan,” ujar Nofrida. ***
Tinggalkan Balasan