<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>World Water Forum 2024 Archives - Krusial</title>
	<atom:link href="https://www.krusial.com/tag/world-water-forum-2024/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link></link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 21 May 2024 10:39:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://www.krusial.com/wp-content/uploads/2025/08/favicon1-36x36.png</url>
	<title>World Water Forum 2024 Archives - Krusial</title>
	<link></link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Akademisi: World Water Forum 2024 Penting untuk Jaga Keberlangsungan Sumber Daya Air</title>
		<link>https://www.krusial.com/akademisi-world-water-forum-2024-penting-untuk-jaga-keberlangsungan-sumber-daya-air/</link>
					<comments>https://www.krusial.com/akademisi-world-water-forum-2024-penting-untuk-jaga-keberlangsungan-sumber-daya-air/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 May 2024 10:39:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[World Water Council]]></category>
		<category><![CDATA[World Water Forum 2024]]></category>
		<category><![CDATA[WWF 2024]]></category>
		<category><![CDATA[WWF ke 10]]></category>
		<category><![CDATA[WWF ke 10 di Bali]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.krusial.com/?p=18111</guid>

					<description><![CDATA[Krusial &#124; Nusa Dua &#8211; Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Dr. Endang Hilmi, menilai World Water Forum (WWF) Ke-10 yang digelar di Bali merupakan ajang penting untuk menjaga keberlangsungan sumber daya air bagi kehidupan manusia. &#8220;Itu karena World Water Forum merupakan forum internasional sektor air yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Krusial | Nusa Dua &#8211;</strong> Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Dr. Endang Hilmi, menilai World Water Forum (WWF) Ke-10 yang digelar di Bali merupakan ajang penting untuk menjaga keberlangsungan sumber daya air bagi kehidupan manusia.</p>
<p>&#8220;Itu karena World Water Forum merupakan forum internasional sektor air yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dunia,&#8221; kata Endang Hilmi dikutip dari <em>ANTARA,</em> pada Selasa, 21 Mei 2024.</p>
<p>Ia mengatakan kegiatan yang diadakan oleh World Water Council (WWC) atau Dewan Air Dunia itu jelas akan membahas tentang permasalahan, tantangan, dan prospek keberlanjutan <em>(sustainability)</em> air di dunia.</p>
<p>&#8220;Dalam konteks ini, sebagai akademisi saya berpikir bahwa World Water Forum di Bali ini harus menjadi momentum untuk memastikan seluruh dunia bergerak bersama dalam menjaga keberlangsungan sumber daya air bagi kehidupan manusia. Dalam bahasa sederhananya adalah water for people life atau air bagi kehidupan manusia,&#8221; ujar dia.</p>
<p>Menurut dia, momentum tersebut memberikan suatu misi khusus bagi Indonesia agar dalam pertemuan WWF 2024 itu disepakati tiga misi khusus yang meliputi Pusat Keunggulan Ketahanan Air dan Iklim (Center of Excellence on Water and Climate Resilience), pengelolaan air terpadu di pulau-pulau kecil, dan penetapan World Lake Days atau Hari Danau Sedunia.</p>
<p>Ia mengatakan hal itu didasari atas peran danau yang menjadi salah satu sumber bahan baku, energi, hingga pengendali banjir.</p>
<p>&#8220;Selain itu, momentum ini harusnya juga dijadikan sebagai suatu promosi bahwa negara Indonesia memiliki beberapa konsep penting, yaitu membangun sinergisitas antara semua stakeholder (pemangku kepentingan, <em>red</em>) baik pemerintah, masyarakat, akademisi, <em>private sector,</em> dan media,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia mengatakan konsep lainnya berupa membangun sinergisitas antara semua ekosistem yang dimiliki baik terestrial, akuatik, pesisir, hingga laut dengan memperhatikan konsep hidrologis.</p>
<p>Selanjutnya, kata dia, mengembangkan konsep pengurangan risiko bencana akibat mismanajemen potensi air.</p>
<p>&#8220;Konsep berikutnya berupa membangun konsep ekonomis air dari air hanya sebagai sosial benefit menjadi kombinasi sosial dan ekonomi benefit. Yang berarti kita harus mulai menghargai keberadaan air,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Hilmi mengatakan konsep lainnya yang tidak kalah penting adalah membangun beberapa potensi pembangunan yang menggunakan sumber daya air, termasuk wisata, budi daya, dan aktivitas lainnya serta memberikan sanksi tegas bagi pemangku kepentingan yang merusak dan mencemari sumber daya air.</p>
<p>Kegiatan World Water Forum ke-10 yang diprakarsai World Water Council (WWC) itu menunjuk Indonesia sebagai tuan rumah dan diadakan di Denpasar, Bali, pada 18-25 Mei 2024.</p>
<p>Selain menjadi ajang silaturahim, forum itu juga merupakan ruang diskusi untuk merumuskan beragam kebijakan perihal manajemen tata kelola air yang sudah menjadi perhatian global. Terlebih banyak pemangku kebijakan yang hadir, di antaranya Presiden Sri Lanka Ranil Wickremesinghe dan Presiden Fiji Wiliame Katonivere.</p>
<p>Juga hadir di forum internasional tersebut Perdana Menteri Tajikistan Kokhir Rasulzoda, Wakil Perdana Menteri Papua Nugini John Rosso, dan mantan Presiden Hongaria Janos Ader.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.krusial.com/akademisi-world-water-forum-2024-penting-untuk-jaga-keberlangsungan-sumber-daya-air/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Indonesia Dorong Terbentuknya Global Water Fund di World Water Forum 2024</title>
		<link>https://www.krusial.com/indonesia-dorong-terbentuknya-global-water-fund-di-world-water-forum-2024/</link>
					<comments>https://www.krusial.com/indonesia-dorong-terbentuknya-global-water-fund-di-world-water-forum-2024/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Apr 2024 12:51:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Global Water Fund]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[World Water Forum 2024]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.krusial.com/?p=17102</guid>

					<description><![CDATA[Krusial &#124; Jakarta &#8211; Pemerintah Indonesia mendorong pembentukan Global Water Fund di ajang World Water Forum ke-10 yang diselenggarakan pada 18-25 Mei 2024 mendatang di Nusa Dua, Bali. Pembentukan Global Water Fund itu sangatlah penting untuk merespons ketimpangan anggaran dan mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 6, yaitu pemenuhan akses air bersih dan sanitasi bagi semua pada tahun 2030. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Krusial | Jakarta &#8211;</strong> Pemerintah Indonesia mendorong pembentukan Global Water Fund di ajang World Water Forum ke-10 yang diselenggarakan pada 18-25 Mei 2024 mendatang di Nusa Dua, Bali.</p>
<p>Pembentukan Global Water Fund itu sangatlah penting untuk merespons ketimpangan anggaran dan mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 6, yaitu pemenuhan akses air bersih dan sanitasi bagi semua pada tahun 2030.</p>
<p>Hal itu disampaikan oleh Koordinator Subtema Pembiayaan Air Berkelanjutan World Water Forum ke-10 sekaligus Direktur Jenderal (Dirjen) Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Herry Trisaputra Zuna di Jakarta pada Selasa, 30 April 2024.</p>
<p>&#8220;Saat ini, terdapat 2.2 miliar masyarakat di dunia yang tidak dapat mengakses air bersih. Global Water Fund yang diproyeksikan untuk kebutuhan infrastruktur air, mitigasi krisis atau bencana terkait air, adaptasi perubahan iklim, serta mekanisme pemantauan, akan menjadi langkah nyata mengatasi masalah air dunia,&#8221; ujar Herry dilansir dari laman <em>InfoPublik </em>pada Selasa, 30 April 2024.</p>
<p>Herry mengatakan bahwa pemerintah Indonesia telah membentuk Indonesian Water Fund (IWF) sebagai upaya mendorong investasi dan penyediaan air bersih di seluruh Indonesia.</p>
<p>&#8220;IWF diperkirakan akan mengoperasikan pendanaan hingga USD1 miliar untuk proyek air bersih,&#8221; ucap Herry.</p>
<p>Ketua Sekretariat Panitia Nasional Penyelenggara World Water Forum ke-10 sekaligus Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian PUPR Muhammad Zainal Fatah menyampaikan bahwa hasil diskusi terkait pembiayaan air berkelanjutan dan inisiasi <em>Global Water Fund</em> akan menjadi <em>concept note</em> yang akan dibawa dan dielaborasikan pada World Water Forum ke-10 di Bali. Terdapat tiga proses utama pada forum ini yaitu politik, regional, dan tematik.</p>
<p>Sejalan dengan pernyataan Zainal, Direktur Pusat Pendanaan Iklim dan Kebijakan Multilateral, Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan Republik Indonesia Boby Wahyu Hernawan mengatakan pentingnya belajar dari pengalaman <em>Pandemic Fund</em> dan <em>Green Climate Fund</em> jika usulan pembentukan <em>Global Water Fund</em> dapat disepakati di World Water Forum ke-10.</p>
<p>&#8220;Merespons ancaman krisis air dengan pembangunan arsitektur pembiayaan global adalah langkah preventif yang tepat. Kesiapan dan mawas diri adalah kunci. Pandemi mengajarkan kita bahwa biaya atas ketidaksiapan akan jauh lebih tinggi,&#8221; ujar Boby.</p>
<p>Pemerintah Indonesia mengusung empat misi penting dalam forum air internasional terbesar di dunia World Water Forum ke-10. Keempat misi tersebut, yakni kehadiran jaringan terpusat di kawasan Asia Pasifik yang khusus ditujukan pada isu ketahanan air, perubahan iklim, dan penelitian lingkungan.</p>
<p>Selanjutnya, menciptakan hubungan dengan institusi, akademisi, organisasi penelitian, serta lembaga internasional lainnya. Ketiga, kehadiran konsorsium yang berfokus pada pusat data. Terakhir, mengoordinasikan serta mengimplementasikan berbagai upaya multipihak untuk menciptakan sebuah deklarasi atau inisiatif terkait permasalahan air dunia.</p>
<p>Selain itu, pemerintah juga mendorong penetapan Hari Danau Sedunia di World Water Forum ke-10 untuk menjaga keberlangsungan sumber daya air.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.krusial.com/indonesia-dorong-terbentuknya-global-water-fund-di-world-water-forum-2024/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
