<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Susu Archives - Krusial</title>
	<atom:link href="https://www.krusial.com/tag/susu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link></link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 15 Jun 2026 09:40:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://www.krusial.com/wp-content/uploads/2025/08/favicon1-36x36.png</url>
	<title>Susu Archives - Krusial</title>
	<link></link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Revolusi Putih di tengah Ketergantungan Impor Susu</title>
		<link>https://www.krusial.com/revolusi-putih-di-tengah-ketergantungan-impor-susu/</link>
					<comments>https://www.krusial.com/revolusi-putih-di-tengah-ketergantungan-impor-susu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Jun 2026 09:40:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Krusial Insight]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Susu Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Susu Sedunia]]></category>
		<category><![CDATA[Impor Susu]]></category>
		<category><![CDATA[MBG]]></category>
		<category><![CDATA[Revolusi Putih]]></category>
		<category><![CDATA[Susu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.krusial.com/?p=52547</guid>

					<description><![CDATA[Produksi Belum Penuhi Kebutuhan Nasional PEMERINTAH mulai menggaungkan Gerakan Revolusi Putih sebagai upaya meningkatkan konsumsi susu masyarakat sekaligus memperkuat industri persusuan nasional. Gagasan tersebut diperkenalkan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono dalam peringatan Hari Susu Nusantara 2026 di Taman Margasatwa Ragunan Jakarta Selatan, Sabtu 6 Juni 2026. Gerakan tersebut hadir di tengah upaya pemerintah memperkuat kualitas gizi masyarakat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="mt-5"><strong><span style="color: #000000;">Produksi Belum Penuhi Kebutuhan Nasional</span></strong></p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>PEMERINTAH</strong> mulai menggaungkan Gerakan Revolusi Putih sebagai upaya meningkatkan konsumsi susu masyarakat sekaligus memperkuat industri persusuan nasional. Gagasan tersebut diperkenalkan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono dalam peringatan Hari Susu Nusantara 2026 di Taman Margasatwa Ragunan Jakarta Selatan, Sabtu 6 Juni 2026.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Gerakan tersebut hadir di tengah upaya pemerintah memperkuat kualitas gizi masyarakat melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Di sisi lain, Indonesia masih menghadapi kondisi di mana sebagian besar kebutuhan susu nasional masih dipenuhi melalui impor.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">&#8220;Saya ingin menginisiasi satu gerakan yang kita namakan Revolusi Putih. Tujuannya meningkatkan populasi sapi perah dan mendistribusikan susu secara gratis kepada anak-anak sekolah di seluruh Indonesia,&#8221; kata Sudaryono.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Menurutnya, peningkatan konsumsi susu harus menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045. Ia menilai pemenuhan gizi anak tidak hanya berkaitan dengan kecukupan pangan, tetapi juga kualitas asupan yang diterima sejak usia dini.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Dalam sambutannya, Sudaryono membagikan pengalaman pribadinya yang mengaku rutin mengonsumsi susu sejak bersekolah di SMA Taruna Nusantara. Ia menyebut kebiasaan tersebut menjadi bagian dari pola hidup yang terus dijalankan hingga sekarang.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">&#8220;Saya ini produk susu. Waktu masuk SMA tinggi saya 164 sentimeter. Dalam tiga tahun naik 14 sentimeter menjadi 178 sentimeter karena rutin minum susu,&#8221; ucapnya.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Sudaryono juga mengingatkan masyarakat agar memahami perbedaan antara susu murni dan susu kental manis. Menurutnya, susu yang dimaksud dalam gerakan peningkatan konsumsi susu adalah susu segar dan susu olahan yang memiliki kandungan gizi lengkap.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">&#8220;Orang tuanya boleh susah, tapi anaknya harus makan bergizi. Harus makan telur dan harus minum susu,&#8221; katanya.</span></p>
<p class="mt-5"><span style="font-size: 14pt;"><strong><span style="color: #000000;">Produktivitas dan Populasi Sapi Perah</span></strong></span></p>
<p><span style="color: #000000;">Hari Susu Nusantara diperingati setiap 1 Juni bertepatan dengan World Milk Day. Tahun ini peringatan tersebut mengusung tema &#8220;Dengan Susu, Generasi Kuat, Indonesia Hebat&#8221;.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Tema tersebut sejalan dengan kondisi sektor persusuan nasional saat ini. Konsumsi susu masyarakat masih relatif rendah, sementara produksi dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan nasional.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Agung Suganda mengatakan konsumsi susu masyarakat Indonesia saat ini sekitar 17,76 liter per kapita per tahun. Angka tersebut menjadi salah satu indikator yang terus didorong pemerintah untuk meningkat.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Di sisi lain, produksi susu segar nasional baru mencapai sekitar satu juta ton per tahun. Jumlah tersebut baru memenuhi sekitar 20 persen kebutuhan nasional.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">&#8220;Produksi susu segar nasional baru mencapai sekitar satu juta ton atau hanya memenuhi 20 persen dari kebutuhan susu nasional. Selebihnya kita masih impor sekitar 3,7 juta ton setara susu segar dengan nilai sekitar Rp25 triliun per tahun,&#8221; ucap Agung.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Data tersebut menunjukkan sebagian besar kebutuhan susu nasional masih dipenuhi dari luar negeri. Nilai impor susu mencapai sekitar Rp25 triliun setiap tahun.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Agung mengatakan Indonesia saat ini memiliki sekitar 540 ribu ekor sapi perah. Sebanyak 85 persen dipelihara oleh peternak rakyat dengan kepemilikan kurang dari 50 ekor.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Sekitar 10 persen sapi perah berada pada peternak komersial menengah dengan populasi 50 hingga 1.000 ekor. Sementara lima persen lainnya dipelihara peternakan korporasi atau megafarm.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Menurut Agung, rata-rata produksi susu nasional saat ini sekitar 16 liter per ekor per hari. Produktivitas tersebut masih perlu ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan yang terus bertambah.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">&#8220;Tantangan yang kita hadapi saat ini antara lain masih kurangnya jumlah indukan sapi perah, rata-rata produksi susu masih rendah, sebagian besar peternak kita adalah peternak rakyat skala kecil, keterbatasan lahan dan masih tingginya impor bahan baku susu,&#8221; katanya.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Pemerintah saat ini tengah memfinalisasi rancangan Peraturan Presiden tentang percepatan peningkatan produksi susu nasional. Regulasi tersebut disiapkan sebagai fondasi pengembangan industri persusuan nasional ke depan.</span></p>
<p class="mt-5"><span style="font-size: 14pt;"><strong><span style="color: #000000;">Peluang Pengembangan di Dataran Rendah</span></strong></span></p>
<p><span style="color: #000000;">Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementerian Pertanian, Makmun mengatakan produksi susu domestik saat ini baru memenuhi sekitar seperempat kebutuhan nasional. Karena itu, peningkatan produksi perlu dilakukan melalui penambahan populasi dan peningkatan produktivitas sapi perah.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Menurutnya, produktivitas sapi perah nasional saat ini masih berada di bawah 20 liter per ekor per hari. Angka tersebut masih berada di bawah sejumlah negara produsen susu dunia.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">&#8220;Kalau di negara-negara lain produksinya sudah di atas 30 liter. Kita ingin produktivitas peternak kita yang saat ini masih di bawah 20 liter per hari meningkat menjadi di atas 20, mudah-mudahan bisa 25 liter,&#8221; kata Makmun dalam jumpa pers Hari Susu Nusantara 2026 di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) Jakarta, Senin 2 Juni 2026.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Ia mengatakan peningkatan produktivitas dapat dilakukan melalui perbaikan kualitas pakan dan penguatan kesehatan ternak. Pemerintah juga terus mendorong perbaikan manajemen pemeliharaan di tingkat peternak.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Makmun menjelaskan pemerintah menyediakan vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) untuk sapi perah. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kesehatan ternak dan mengurangi risiko penurunan produksi.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">&#8220;Sekarang kami juga menyediakan vaksin khususnya untuk sapi perah secara 100 persen sehingga tidak ada lagi yang terdampak dengan PMK,&#8221; ucapnya.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Selain meningkatkan produktivitas, pemerintah juga mendorong penambahan populasi sapi perah melalui pengadaan indukan. Langkah tersebut melibatkan pelaku usaha dalam negeri maupun perusahaan yang selama ini bergerak di sektor persusuan.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">&#8220;Kita meminta seluruh pelaku usaha, baik importir maupun yang di dalam negeri, untuk juga berpartisipasi mengimpor sapi indukan karena kalau tidak ditambah jumlahnya tidak mungkin kita bisa meningkatkan produksi,&#8221; kata Makmun.</span></p>
<p class="mt-5"><strong><span style="color: #000000; font-size: 14pt;">Serapan Susu Dalam Negeri</span></strong></p>
<p><span style="color: #000000;">Pengembangan sapi perah selama ini identik dengan wilayah dataran tinggi. Namun Makmun mengatakan perkembangan teknologi membuka peluang pengembangan peternakan sapi perah di dataran rendah.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Menurutnya, sejumlah perusahaan telah mengembangkan peternakan sapi perah di wilayah dataran rendah. Model serupa juga telah diterapkan di sejumlah negara yang memiliki suhu lebih tinggi dibandingkan Indonesia.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">&#8220;Kalau kita lihat di negara lain, Uni Emirat Arab dan negara-negara Timur Tengah juga memproduksi sapi perah. Dengan teknologi yang ada, sapi perah bisa berkembang di dataran rendah,&#8221; ucapnya.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Ia mengatakan pemanfaatan teknologi membuka peluang pengembangan sapi perah di wilayah yang lebih luas. Kondisi tersebut dapat mendukung peningkatan populasi ternak di masa mendatang.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Selain meningkatkan produksi, pemerintah juga mendorong peningkatan serapan susu segar dalam negeri. Salah satunya melalui Program Makan Bergizi Gratis yang mulai mengakomodasi penggunaan susu produksi peternak lokal.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Makmun mengatakan program pemerintah telah mengakomodasi penggunaan susu segar dalam negeri minimal 20 persen. Kebijakan tersebut menjadi ruang bagi peternak lokal untuk memperluas pasar.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">&#8220;Kami berterima kasih kepada teman-teman di BGN. Program pemerintah sudah mengakomodir susu segar dalam negeri minimum 20 persen,&#8221; ucapnya.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memastikan susu yang diproduksi peternak terserap pasar. Pemerintah juga mendorong peningkatan produksi agar mampu memenuhi kebutuhan yang terus meningkat.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Selain itu, pemerintah menyiapkan konsep Dapur Susu Indonesia (DaSI) yang terintegrasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Konsep tersebut dirancang untuk memperkuat rantai pasok susu sekaligus mendukung kebutuhan MBG.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Melalui konsep tersebut, susu segar yang dihasilkan peternak dapat diolah dan disalurkan kepada penerima manfaat program pemerintah. Skema tersebut juga diharapkan memperkuat hubungan antara peternak, industri pengolahan, dan pasar.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Makmun mengatakan hilirisasi menjadi bagian penting dalam pengembangan industri persusuan nasional. Menurutnya, produksi susu peternak perlu didukung dengan pasar yang mampu menyerap hasil produksi secara berkelanjutan.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">&#8220;Jangan sampai susu ini hanya diminum oleh anak-anak. Kebutuhan susu itu mulai dari lahir sampai meninggal,&#8221; katanya.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Data Kementerian Pertanian menunjukkan produksi susu nasional saat ini masih berada di bawah kebutuhan domestik. Pemerintah menyiapkan berbagai langkah mulai dari peningkatan populasi sapi perah, peningkatan produktivitas ternak, penguatan hilirisasi, hingga perluasan serapan susu segar dalam negeri untuk meningkatkan produksi nasional.***</span></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.krusial.com/revolusi-putih-di-tengah-ketergantungan-impor-susu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BPOM RI Tegaskan Susu Formula di Indonesia Aman</title>
		<link>https://www.krusial.com/bpom-ri-tegaskan-susu-formula-di-indonesia-aman/</link>
					<comments>https://www.krusial.com/bpom-ri-tegaskan-susu-formula-di-indonesia-aman/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2026 16:24:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[BPOM]]></category>
		<category><![CDATA[BPOM RI]]></category>
		<category><![CDATA[Formula]]></category>
		<category><![CDATA[Nestlé Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Susu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.krusial.com/?p=47525</guid>

					<description><![CDATA[Krusial.com — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia (RI) menegaskan bahwa seluruh produk susu formula yang beredar di pasar Indonesia aman untuk dikonsumsi, meskipun terdapat penarikan terbatas terhadap beberapa produk susu formula di sejumlah negara Eropa dan dunia. BPOM memastikan bahwa di Indonesia hanya dua batch produk susu formula merek S-26 Promil Gold pHPro 1 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000080;"><strong>Krusial.com —</strong> </span>Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia (RI) menegaskan bahwa seluruh produk susu formula yang beredar di pasar Indonesia aman untuk dikonsumsi, meskipun terdapat penarikan terbatas terhadap beberapa produk susu formula di sejumlah negara Eropa dan dunia.</p>
<p>BPOM memastikan bahwa di Indonesia hanya dua <em>batch</em> produk susu formula merek S-26 Promil Gold pHPro 1 milik PT Nestlé Indonesia yang diminta untuk dihentikan distribusinya dan ditarik sementara sebagai langkah kehati-hatian. Selain dua produk tersebut, tidak ada merek susu formula lain yang terdampak atau ditarik dari peredaran di Indonesia.</p>
<p>“BPOM terus melakukan pengawasan secara ketat, baik sebelum produk beredar (pre-market) maupun setelah beredar (post-market), serta berkoordinasi intensif dengan otoritas pengawas pangan internasional untuk memastikan keamanan, mutu, dan gizi produk pangan yang beredar di Indonesia,” demikian keterangan resmi dari situs BPOM yang dikutip <em>InfoPublik,</em> Sabtu (31/1/2026).</p>
<p>Penarikan terbatas dilakukan terhadap produk S-26 Promil Gold pHPro 1 dengan nomor izin edar ML 562209063696 dan nomor bets 51530017C2 serta 51540017A1. Langkah tersebut diambil menyusul adanya notifikasi dari otoritas keamanan pangan internasional terkait potensi kontaminasi toksin cereulide pada produk susu formula di beberapa negara.</p>
<p>BPOM juga telah memerintahkan PT Nestlé Indonesia untuk menghentikan sementara distribusi dan importasi produk yang dimaksud sebagai bagian dari upaya perlindungan konsumen. Nestlé Indonesia telah melaksanakan voluntary recall terhadap dua batch produk tersebut di bawah pengawasan BPOM.</p>
<p>Hingga saat ini, BPOM menyatakan tidak terdapat laporan resmi mengenai kasus sakit atau keracunan di Indonesia yang berkaitan dengan konsumsi produk susu formula tersebut.</p>
<p>BPOM mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak akurat, serta mengajak konsumen untuk selalu menerapkan prinsip Cek KLIK—memeriksa Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa—sebelum membeli atau mengonsumsi produk pangan olahan.</p>
<p>“BPOM berkomitmen untuk terus melindungi masyarakat dengan memastikan hanya produk pangan yang aman dan bermutu yang beredar di Indonesia,” tutup BPOM.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.krusial.com/bpom-ri-tegaskan-susu-formula-di-indonesia-aman/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gibran Sibuk Bagi-bagi Susu, Peran Wapres Dinilai Downgrade</title>
		<link>https://www.krusial.com/gibran-sibuk-bagi-bagi-susu-peran-wapres-dinilai-downgrade/</link>
					<comments>https://www.krusial.com/gibran-sibuk-bagi-bagi-susu-peran-wapres-dinilai-downgrade/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Nov 2024 08:27:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Gibran Bagi-bagi Susu]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Susu]]></category>
		<category><![CDATA[Wapres]]></category>
		<category><![CDATA[Wapres Gibran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.krusial.com/?p=24975</guid>

					<description><![CDATA[Krusial &#124; Jakarta &#8211; Keterlambatan Wakil Presiden Gibran Rakabuming ke acara Sidang Raya ke-18 Persatuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) di Universitas Kristen Indonesia, Sulawesi Selatan, pada Rabu (13/11/2024) menjadi sorotan warganet di dunia maya. Pasalnya, pemberitaan yang beredar menyebutkan jika ia harus menyapa masyarakat dan membagikan susu, buku, hingga peralatan sekolah. Sayangnya, sikap Gibran Rakabuming mendapat kritik keras [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Krusial | Jakarta &#8211;</strong> Keterlambatan Wakil Presiden Gibran Rakabuming ke acara Sidang Raya ke-18 Persatuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) di Universitas Kristen Indonesia, Sulawesi Selatan, pada Rabu (13/11/2024) menjadi sorotan warganet di dunia maya. Pasalnya, pemberitaan yang beredar menyebutkan jika ia harus menyapa masyarakat dan membagikan susu, buku, hingga peralatan sekolah.</p>
<p>Sayangnya, sikap Gibran Rakabuming mendapat kritik keras dari warganet di media sosial, khususnya platform X. Beberapa warganet menilai jika peran Gibran Rakabuming sebagai Wakil Presiden (Wapres) adalah sebuah penurunan.</p>
<p>akun X @Sac******* yang mengutip salah satu pemberitaan di media online mengenai keterlambatan Gibran saat menghadiri acara PGI karena harus berbagi susu dan buku.</p>
<p>&#8220;Downgrade banget ya peranan Wapres yang awalnya adalah untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan presiden sekarang malah jadi tukang susu,&#8221; cuit pemilik akun tersebut pada 15 November 2024.</p>
<figure id="attachment_24976" aria-describedby="caption-attachment-24976" style="width: 653px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-24976 size-full" src="https://www.krusial.com/wp-content/uploads/2024/11/88520-cuitan-warganet-soal-gibran-bagi-bagi-susu.jpg" alt="" width="653" height="366" srcset="https://www.krusial.com/wp-content/uploads/2024/11/88520-cuitan-warganet-soal-gibran-bagi-bagi-susu.jpg 653w, https://www.krusial.com/wp-content/uploads/2024/11/88520-cuitan-warganet-soal-gibran-bagi-bagi-susu-300x168.jpg 300w, https://www.krusial.com/wp-content/uploads/2024/11/88520-cuitan-warganet-soal-gibran-bagi-bagi-susu-500x280.jpg 500w, https://www.krusial.com/wp-content/uploads/2024/11/88520-cuitan-warganet-soal-gibran-bagi-bagi-susu-272x153.jpg 272w" sizes="(max-width: 653px) 100vw, 653px" /><figcaption id="caption-attachment-24976" class="wp-caption-text">Cuitan warganet soal Gibran bagi-bagi susu. [X/@Sac*******]</figcaption></figure>Dalam cuitan lainnya, warganet menilai jika tindakan tersebut hanya bagian dari gimmick. Pasalnya, pembagian susu dan buku bisa saja dilakukan Gibran Rakabuming setelah acara selesai.</p>
<p>&#8220;Telat datang acara buat gimmick yang sebetulnya bisa dilakukan setelah selesai acara. Kalau suatu saat kalian jadi orang sepenting apa pun, jangan sampai punya attitude ampa* kayak gini ya,&#8221; tulis akun @wid*******</p>
<p>Unggahan yang awalnya dibagikan oleh akun X @ARSIPAJA tersebut disukai sebanyak lebih dari 14.000 kali oleh sesama pengguna X. Tak sedikit warganet yang mengkritik sikap Gibran Rakabuming.</p>
<p>&#8220;Seolah-olah kalau tidak bagi-bagi susu dan buku di jalanan, negara ini akan runtuh,&#8221; cuit @ben********</p>
<p>&#8220;Tugas bagi-bagi gini bisa lu serahin ke staff. Inilah hasil doktrin kerja-kerja ala Mulyono. Orang yang udah levelnya kerja tingkat strategis dan manajerial kudu jadi konvensional dan teknis turun langsung biar &#8216;keliatan&#8217; kerja. Padahal kalau cuma &#8216;keliatan&#8217; kerja, kebo, sapi, kuda juga kerja,&#8221; komentar @per*********</p>
<p>&#8220;Demi apa Gibran begitu? Di posisi Anda itu harusnya udah nggak level bagi-bagi buku dan susu. Buat kebijakan yang pro rakyat, dengan sendirinya elektabilitas Anda bakalan naik. Tapi yah, kami mau berharap apa?&#8221; tambah @shi******</p>
<p>&#8220;Bagi-bagi buku, tapi nggak suka baca buku,&#8221; sahut @hok*********</p>
<p>source: <em>suara.com</em></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.krusial.com/gibran-sibuk-bagi-bagi-susu-peran-wapres-dinilai-downgrade/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
